Style Theory: Gonta-Ganti Model Fashion Tanpa Ribet dan Mahal

Style Theory : Gonta-Ganti Model Fashion Tanpa Ribet dan Mahal
Chris Halim dan Raena Lim, Co-Founder Style Theory

Sebagian besar perempuan memiliki kegelisahan dan permasalahan dalam berpenampilan, terutama dalam memilih pakaian sehari-hari. Para perempuan ini terkadang sering merasa tidak memiliki cukup pakaian untuk digunakan, meski koleksi pakaian masih menumpuk dan masih bisa digunakan kembali.

Hal inilah yang mendasari Chris Halim dan Raena Lim untuk mendirikan Style Theory, jasa peminjaman pakaian branded untuk memenuhi kebutuhan para perempuan di luar sana. Sebelum mendirikan Style Theory pada tahun 2016, Chris dan Raena melakukan survei sederhana dengan berbincang dengan beberapa kerabat. Berdasarkan perbincangan tersebut, 80 persen pakaian yang dimiliki oleh para perempuan biasanya hanya digunakan satu hingga tiga kali pakai saja.

Style Theory hadir untuk menjadi solusi pintar bagi para perempuan agar dapat bergaya, tanpa harus boros setiap bulan membeli pakaian baru. Fesyen rental yang berpusat di Singapura ini berusaha agar para konsumennya selalu dapat tampil menarik, namun tidak terhambat dengan pilihan fesyen yang itu-itu saja.

“Indonesia memiliki pasar yang sangat berkembang. Menurut kami waktunya sangat tepat, karena keadaan pasar saat ini sudah siap menerima konsep fashion rental. We want to change their lifestyle and provide a sustainable way to consume fashion through our renting services. Indonesia memiliki pasar,” ujar Chris Halim, Co-Founder Style Theory.

Style Theory merupakan aplikasi penyewaan pakaian berlangganan. Untuk menggunakannya, pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi Style Theory yang dapat digunakan untuk telepon pintar berbasis android maupun iOS. Setelah melakukan registrasi pendaftaran, pengguna harus berlangganan terlebih dahulu. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp590 ribu untuk bulan pertama, pengguna dapat meminjam tiga jenis pakaian selama masa berlangganan tetap aktif.

Sebelum melakukan peminjaman, pengguna diminta untuk memasukkan perkiraan ukuran tubuh, sehingga pada saat pengguna memilih baju yang akan dipinjam tim Style Theory secara otomatis dapat memberikan rekomendasi ukuran yang tepat.

“Pilihan pakaian yang kami tawarkan cukup banyak. Mulai dari pakaian sehari-hari hingga pakaian formal untuk ke kantor. Tersedia pula pakaian untuk para perempuan berhijab. Kami memiliki lebih dari 7.500 item dari 200 merek lokal maupun internasional,” kata Raena Lim.

Baca Juga: Maraknya Bisnis Sewa Baju

Tantangan Membangun Bisnis Rental Pakaian di Indonesia

Salah satu tantangan yang dihadapi Style Theory saat menghadirkan bisnis rental pakaian di Indonesia yaitu mengedukasi dan membagikan informasi mengenai konsep rental pakaian. Karena di Indonesia sendiri, bisnis peminjaman pakaian masih belum begitu dikenal. Apalagi mengingat pakaian merupakan suatu hal yang sangat personal.

“Kami ingin membentuk sebuah komunitas yang aware mengenai isu sustainability dan percaya bahwa fashion rental menjadi salah satu solusi dari sustainable fashion,” jelas Chris.

Hingga saat ini, Style Theory telah memiliki ribuan pengguna di Indonesia. Inovasi tak henti dihadirkan untuk memperluas pasar di Indonesia. Salah satunya menghadirkan ragam pakaian Modestwear, untuk menjawab permintaan pasar hijab.

“Hingga saat ini, kami telah memiliki ribuan pengguna di Indonesia. Sebagai perusahaan fashion, kami berupaya untuk menghadirkan inovasi yang relevan untuk wanita. Tahun lalu kami menghadirkan ragam pakaian ​Modestwear, untuk menjawab permintaan pasar hijab,” kata Chris.

Tak hanya di Jakarta, Style Theory juga memperluas daerah operasional ke Bandung dan Surabaya dengan bekerjasama dengan logistik dan laundry partner setempat.

“Kami berharap, Style Theory dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat mengenai sustainable living. Salah satu caranya dengan memberikan kemudahan untuk mendapatkan pilihan gaya namun juga mengurangi environmental secara perlahan,” tutur Raena.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here