Tak Hanya Angka, Suara pun Bisa Jadi Sumber Informasi Data Science

Tak Hanya Angka, Suara pun Bisa Jadi Sumber Informasi Data Science
Primaditaningtyas Waharasto, alumni Algoritma Data Science School periode April 2019

Suara menjadi bagian dari manusia yang tak terpisahkan dari proses komunikasi. Tak hanya melontarkan kata-kata secara verbal, suara pun menjadi tolak ukur emosi seseorang secara nonverbal ketika sedang berkomunikasi.

Bagian terpenting dari manusia ini dikolaborasikan dengan kekuatan data science oleh Primaditaningtyas Waharasto, lulusan Algoritma Data Science School periode April 2019. Melalui proyek Voice Detector, yang mampu mendeteksi gender dari jenis suara. Voice Detector ini tak hanya ditujukan untuk mengenali gender melalui jenis suara, namun juga dapat digunakan untuk kepentingan industri e-commerce dan lainnya.

Menurut Prima, meskipun penerapan algoritmanya masih komplek namun proyek ini dapat menjadi solusi bagi industri di masa yang akan datang. Misalnya, untuk mengetahui demografi konsumen pria dan wanita dari rekaman datanya ketika menelepon ke kontak customer service.

Voice detector ini sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai jenis industri dan perusahaan dapat memanfaatkannya sebagai bank data yang digolongkan berdasarkan jenis kelamin. Machine learning ini dapat membaca jenis suara berdasarkan frekuensi suara yang dihasilkan,” jelas Prima.

Baca Juga : Sentiment Analysis, Menemukan Respon Publik dengan Penggunaan Data

Tak Hanya Angka, Suara pun Bisa Jadi Sumber Informasi Data Science
Prima melakukan presentasi kepada perwakilan perusahaan dalam Data Career Day 4.0

Dari kegemarannya mengulik data, melakukan penelitian, dan menganalisisnya Prima mulai tertarik dan memutuskan untuk resign dari sebuah perusahaan oil and gas untuk mempelajari data science. Dengan mengambil kursus penuh di Algoritma Data Science School, Prima mulai menemukan minat barunya.

“Awal mula tertariknya sih karena melihat tentang data science dari internet dan sumber informasi lainnya. Semakin ke sini, saya melihat semakin banyak industri yang mengembangkan aplikasi. Jadi, saya berpikir ini kesempatan saya untuk belajar hal baru dan bisa menerapkannya di bidang apapun.”

Prima menjelaskan, di Indonesia data science sudah mulai dipandang di perusahaan-perusahaan. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan Prima memutuskan untuk mempelajari data science dari awal.

“Tantangannya tinggal bagaimana perusahaan yang sudah menggunakan dan menerapkan data science ini, dapat mengolah dan menggunakan hasil analisisnya dengan baik. Perusahaan juga harus kreatif untuk menyaring data mana saja yang dibutuhkan untuk mengolah data tersebut dan menjadikannya informasi.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here