Awas, Taktik Wawancara Berikut Justru Membuat Kandidat Ketakutan!

taktik wawancara
Sumber : recruitmentgrapevne

Wawancara adalah sebuah kesempatan baik bagi sang pewawancara maupun pencari kerja untuk saling mengenali satu sama lain, mempelajari mengenai perusahaan, budaya, dan apakah ada kecocokan di kedua belah pihak. Sayang, sebagai HRD, kita terkadang memilih strategi dan taktik wawancara yang aneh, yang justru menakut-nakuti kandidat sehingga perkenalan tersebut malah tidak menghasilkan cukup bahan untuk mengetahui apakah ada kecocokan.

Apakah Anda termasuk salah satu perekrut yang suka menggunakan taktik wawancara yang malah membuat kandidat takut dan tak bisa menunjukkan kualitas terbaiknya atau malah kabur? Anda mungkin tidak sadar dan hanya berupaya mencari strategi wawancara yang paling bisa menunjukkan seperti apa kandidat sebenarnya. Sayang, banyak dari strategi tersebut yang gagal. Jika Anda biasa melakukan hal-hal berikut ini, kini waktunya beralih ke strategi yang lebih baik.

Jangan Sampai Mempraktikkan Taktik Wawancara Berikut

Memperlakukan Wawancara Seperti Kunjungan Dokter

menunggu giliran wawancara
Sumber: rinorain

Para pencari kerja merencanakan segalanya hingga sangat detail, seperti kapan mereka akan mandi, berganti baju, makan, dan berangkat menuju lokasi wawancara yang Anda tentukan. Bahkan, dalam perjalanan, mereka akan secara obsesif melihat jam untuk memastikan bahwa mereka tidak terlambat. Dan ketika mereka sampai di tempat wawancara, mereka akan memverifikasikan bahwa mereka lima atau sepuluh menit lebih awal dari jadwal dan memberi selamat pada diri sendiri karena sudah bisa mengeksekusi rencana pagi itu dengan sempurna. Jika mereka melakukan ini hanya untuk diperlakukan seperti pasien di ruang tunggu dokter: menunggu dan menunggu bahkan walaupun jadwal sudah lewat, maka mereka tidak akan senang.

Baca Juga: Ini Pertanyaan Wawancara yang Bisa Anda Ajukan untuk Menemukan Kandidat Sales Unggul

Anda mungkin tidak sengaja mengadopsi taktik wawancara yang buruk ini. Mungkin, Anda hanya kurang pandai atau kurang serius mengelola waktu untuk bisa menepati jadwal yang Anda buat dengan kandidat. Tetapi, ini adalah taktik wawancara buruk yang akan membuat kandidat berpikir, “Apakah seperti ini cara perusahaan ini berjalan? Apakah saya mau bekerja dengan orang-orang seperti ini?”

Menjadikan Wawancara Layaknya Meeting Sales

kandidat sales
Sumber: salesdrive

Kompetisi untuk mencari talenta-talenta yang top memang selalu intens. Karena itu, sebagai pihak perusahaan yang menginginkan kandidat terbaik, Anda memang harus mempromosikan perusahaan Anda dengan sebaik-baiknya. Apalagi, jika Anda menemukan kandidat yang Anda rasa bukan sekedar bisa menjalankan pekerjaan, tetapi juga berkontribusi secara positif kepada budaya perusahaan. Kandidat seperti ini kemungkinan tidak hanya melamar pada satu perusahaan saja jika ia sadar kualitas-kualitasnya.

Namun, ini bukan berarti Anda lantas harus memilih taktik wawancara terlalu agresif yang memperlakukan kandidat layaknya calon klien atau pelanggan yang sedang diprospek untuk “membeli” dari Anda. Ingat, Anda dan kandidat harus berusaha mengenal secara mulus dan alamiah, seperti orang-orang yang melakukan kencan pertama. Jika proses mencari kecocokan ini malah berubah menjadi rapat sales yang terlalu agresif, sang kandidat mungkin akan sanksi dan berpikir, “Jika perusahaan ini sangat berkualitas dan hebat seperti yang dibilang, mengapa mereka berusaha jualan dengan sangat ngotot seperti ini?”

Pertanyaan dan Persiapan yang Generik

Sumber : paychex

Pada saat wawancara berlangsung, kandidat akan secara signifikan dinilai lebih buruk jika ia tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi perusahaan spesifik. Mereka diharapkan mengerti apa itu misi perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan, dan budaya perusahaan tempat mereka kemungkinan akan bekerja nantinya. Namun, banyak kandidat meninggalkan ruang wawancara dengan perasaan seolah mereka hanya menjawab pertanyaan yang itu-itu saja. Seolah memang sudah ada draft pertanyaan-pertanyaan apa saja untuk diberikan kepada semua kandidat yang berpartisipasi. Ini adalah taktik wawancara yang bisa membuat kandidat kabur karena gagal melihat kualitas perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here