Kecanduan Sibuk: Senang Bekerja Tak Selalu Pertanda Positif Bagimu

Rutinitas kerja yang dijalankan dengan senang hati memang tampak sempurna. Namun, bukan berarti kamu harus terus-menerus larut dalam pekerjaan hingga melupakan hal penting lainnya. Terlalu sibuk bekerja atau berbisnis tanpa henti mungkin menunjukkan bahwa kamu sedang kecanduan sibuk.

Faktanya, kecanduan sibuk kini semakin banyak dialami masyarakat modern. Mari kenali tanda-tandanya agar kamu terhindar dari risiko gangguan tersebut!

Lebih Dekat dengan Definisi Kecanduan Sibuk

Kecanduan sibuk adalah suatu kondisi yang membuat seseorang merasa senang ketika harus menjalani segudang aktivitas. Keadaan tersebut merupakan hasil adaptasi terhadap banyaknya kegiatan yang harus dikerjakan sehari-hari.

Tak jarang pula kecanduan ini membuat kamu sering melakukan multitasking demi menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu. Pada umumnya, kecanduan yang satu ini sering dialami oleh wanita modern yang berprofesi sebagai pebisnis atau wanita karier. Namun, sebenarnya kaum pria juga bisa mengalami hal serupa.

Baca Juga: Setelah Beberapa Hari Sibuk Kerja, Begini Caranya Bayar Utang Tidur!

Apa Saja Ciri-cirinya?

Jika kamu mengalami beberapa hal ini, kemungkinan besar kamu sudah kecanduan sibuk:

  • Merasa bahagia bila harus menyelesaikan banyak urusan sepanjang hari.
  • Berusaha mengejar pencapaian yang lebih tinggi, misalnya naik jabatan atau bisnis berkembang pesat.
  • Tidak terlalu memperhatikan kondisi fisik dan psikis diri sendiri.
  • Sering merasa bersalah ketika sedang menikmati waktu senggang.
  • Kerap kehilangan waktu berkualitas dan momen penting bersama orang-orang terdekat.
  • Orang-orang terdekat mulai protes terhadap kesibukanmu yang ekstra padat.
  • Pada tahap yang lebih parah, kecanduan ini juga bisa merusak keharmonisan hubungan keluarga dan sahabat.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jangan sampai kamu kecanduan sibuk hingga mengalami banyak kerugian yang tak kamu sadari. Yuk, atasi kecanduan sibuk dengan melakukan beberapa hal ini:

  • Berani berkata tidak ketika menerima tawaran, terutama jika kamu sudah benar-benar sibuk dan tak punya waktu untuk melakukannya.
  • Melakukan evaluasi diri untuk menghitung hal-hal yang kamu dapatkan dari kesibukanmu. Jangan sampai kesibukanmu tidak memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang terdekatmu.
  • Tak perlu sungkan meminta bantuan orang lain (misalnya rekan kerja, bawahan, sahabat, atau anggota keluarga) jika kamu merasa kesulitan melakukan sesuatu sendirian.
  • Mulailah membiasakan diri meluangkan waktu untuk me time atau bersenang-senang dengan orang terdekat. Ingatlah bahwa tubuh dan pikiranmu juga butuh istirahat sebelum kembali beraktivitas.

Semoga kamu tidak termasuk orang-orang yang mengalami kecanduan sibuk hingga mengabaikan banyak hal penting. Aturlah waktumu dengan bijak supaya tetap bahagia di tengah kesibukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here