5 Tanda Milenial Burnout yang Sering Tak Disadari Generasi Muda

Kondisi kelelahan fisik dan mental memang bisa dialami semua orang, termasuk generasi milenial. Kelelahan fisik dan mental yang dialami generasi milenial dikenal dengan istilah milenial burnout. Sayangnya, kondisi tersebut sering kali tidak disadari dan menimbulkan gangguan yang lebih parah lagi.

Jangan terlalu cuek bila selama ini kamu merasa tidak mengalami penyakit serius. Lima tanda ini ternyata menunjukkan kalau kamu sedang mengalami milenial burnout yang harus ditangani secara serius:

Tak Pernah Bisa Berhenti Memikirkan Pekerjaan

Salah satu gejala milenial burnout yang dialami banyak orang adalah kesulitan berhenti memikirkan pekerjaan. Apalagi saat ini kecanggihan teknologi seolah membuat kamu terus terhubung dengan pekerjaan selama 24 jam.

Atasan dan rekan-rekan kerja bebas menghubungi kamu untuk mengurus pekerjaan, tak terkecuali ketika kamu sedang cuti, sakit, atau menikmati liburan. Kamu harus lebih tegas kepada diri sendiri untuk memberi jarak antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Baca Juga: Loyalitas After Office Hour yang Sering Dianggap Remeh Perusahaan

Waktu Tidur Tidak Teratur

Selain pekerjaan yang menyita waktu, kecenderungan menikmati momen me time juga bisa membuat waktu tidur tak teratur. Kamu rela mengorbankan waktu tidur demi melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi diri sendiri.

Waktu tidur yang tidak teratur juga menjadi salah satu tanda milenial burnout yang kerap terjadi pada banyak orang. Padahal, tubuh butuh waktu tidur selama tujuh hingga delapan jam sehari agar kamu tetap sehat dan bersemangat.

Sering Sakit-sakitan

Jangan mengabaikan sinyal dari tubuh berupa kondisi sakit-sakitan yang mulai sering terjadi pada diri sendiri. Kalau sekarang kamu sering sakit-sakitan, kemungkinan besar kamu sedang mengalami milenial burnout yang tak kunjung diatasi secara intensif.

Tubuh dan pikiran butuh istirahat total dari berbagai aktivitas selama beberapa hari. Jangan memaksakan diri untuk tetap bekerja atau berbisnis ketika kondisi fisik sedang menurun.

Motivasi Kerja Semakin Hilang

Hal apa saja yang selama ini menjadi motivasi kerjamu?

Ketika kamu mulai lupa dengan motivasi kerja tersebut, kemungkinan besar semangat kerja ikut surut. Performa kerja yang menurun bisa berdampak buruk pada produktivitas di tempat kerja.

Jangan sampai gejala milenial burnout ini terjadi terus-menerus hingga mempengaruhi jenjang karier. Bangkitkan semangat kerja dengan mencari motivasi yang positif untuk terus berkarya secara profesional.

Keinginan Rebahan yang Berlebihan

Tak banyak orang yang menyadari kalau keinginan rebahan yang berlebihan juga menjadi salah satu gejala milenial burnout. Kamu merasa lelah setiap hari sehingga memilih untuk bermalas-malasan, terutama sesaat setelah pulang kerja. Sebaiknya kamu menyemangati diri sendiri untuk tetap produktif usai bekerja dan meminimalkan intensitas rebahan. Kamu juga patut melakukan aktivitas bermanfaat ketika hari libur.

Tanda-tanda milenial burnout tersebut membuat kamu harus lebih peka terhadap kebutuhan diri sendiri. Jangan memaksakan diri melebihi batas kemampuan agar kondisi fisik dan psikis senantiasa sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here