Jangan Ditiru, Ini Tanda-Tanda Pemimpin yang Insecure di Kantor

Sebuah tim akan bisa bekerja dengan baik jika pemimpinnya memimpin dengan baik. Sebaliknya, pemimpin yang insecure akan membawa tim yang dipimpinnya menuju kegagalan.

Pemimpin yang insecure, alias tidak percaya diri, gelisah dan tidak nyaman dalam bekerja akan membuat bawahannya ikut merasa tidak percaya diri, gelisah dan tidak nyaman. Akibatnya, bawahan mudah merasa stres dan burnout. Sehingga produktivitas dan kualitas hasil pekerjaan menurun.

Hanya saja, tidak semua pemimpin mengetahui kalau dirinya insecure. Nah, kalau kamu memimpin sebuah tim dan mengetahui tanda-tanda ini, kemungkinan besar kamu berada dalam keadaan insecure.

Pemimpin yang Insecure Sering Menolak Pendapat Bawahan

Tanda pertama kalau kamu adalah pemimpin yang insecure adalah selalu menolak pendapat atau ide dari bawahan. Lebih dari itu, ia selalu menganggap kritik yang diberikan bawahan merupakan cara bawahan untuk menjelek-jelekkannya. Di sisi lain, pemimpin yang seperti ini tidak pernah memberi saran dan masukan pada bawahan.

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk bersikap terbuka terhadap pendapat yang ada. Karena bisa saja pendapat yang diberikan justru menghindarkan kamu dari masalah atau kegagalan.

Baca Juga: Hindari Micromanaging, Mendelegasikan Pekerjaan Itu Diperlukan

Menyalahkan Bawahan

Kebiasaan ini seringkali terjadi di kantor atau tempat kerja. Bawahan selalu disalahkan atas masalah atau kegagalan yang terjadi. Bukan hanya menyalahkan bawahan, tidak jarang pemimpin juga menjelek-jelekkan bawahan di depan orang lain. Kedua hal tersebut merupakan tanda pemimpin yang insecure.

Oleh karenanya, kedua hal tersebut harus kamu hindari karena bisa berakibat buruk. Selain bisa membuat hubunganmu dengan bawahan menjadi tidak harmonis, kariermu juga bisa terganggu. Ingat, bawahan yang merasa disalahkan dan dijelek-jelekkan bisa mengadu ke atasanmu atau HRD.

Tidak Terbuka pada Bawahan

Pemimpin yang insecure umumnya tidak terbuka pada bawahan. Semisal, tidak berbagi informasi perihal pekerjaan. Hal ini dilakukan karena ia merasa bawahannya bisa mengganggu jalannya pekerjaan. Sebab lainnya, ia ingin merasa lebih pintar atau lebih hebat dimata bawahannya.

Di sisi lain, pemimpin yang seperti ini juga selalu ketat dalam mengawasi jalannya pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Pasalnya, ia tidak percaya bawahannya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Akibatnya bawahan menjadi tidak nyaman dan tidak bebas bekerja.

Pemimpin yang Insecure Sering Menghindari Konflik

Konflik umumnya muncul bersamaan dengan adanya masalah. Konflik juga bisa muncul saat sebuah tim bermaksud untuk berinovasi. Tapi, tidak semua konflik mendatangkan efek negatif. Jika pemimpin dan bawahannya mampu mengelola konflik, maka konflik tersebut justru berguna bagi keberhasilan tim.

Sebaliknya, pemimpin yang insecure umumnya menghindari terjadinya konflik atau konfrontasi. Pemimpin yang seperti ini merasa ingin selalu lebih hebat di mata bawahannya. Buatnya, kekalahan akan membuat harga dirinya jatuh.

Kalau saat ini kamu sedang memimpin tim, cobalah untuk menghindari beberapa sikap di atas agar bawahan yang dipimpin bisa bekerja dengan nyaman dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Kalau kamu bawahan, setidaknya sekarang kamu tahu bagaimana caranya bekerja di bawah kepemimpinan yang insecure.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here