Tantangan Besar yang Harus Dihadapi Para Technopreneur di Indonesia

Perkembangan teknologi di tanah air memang berlangsung pesat selama beberapa tahun terakhir. Namun, bukan berarti tantangan bagi para technopreneur selesai begitu saja. Justru banyak hal yang patut menjadi perhatian para pengembang bisnis di bidang teknologi agar bisnisnya dapat berlangsung lancar.

Technopreneur adalah istilah untuk para entrepreneur yang fokus pada bisnis di bidang teknologi. Beberapa tantangan besar yang harus dipecahkan para pebisnis teknologi, yaitu,

Mengolah Sumber Daya Manusia (SDM)

Tak dapat dipungkiri bahwa keterbatasan kemampuan SDM masih menghambat perkembangan teknologi di tanah air. Para technopreneur harus berusaha keras untuk mengolah SDM yang tersedia.

Selain merekrut SDM yang siap bekerja di bidang teknologi, proses pembinaan juga mesti dilakukan secara telaten. Supaya SDM yang ada menjadi tenaga kerja siap pakai yang dapat mendukung perkembangan bisnis di bidang teknologi.

Baca Juga: Sociopreneurship: Meraup Keuntungan dengan Prioritas Tujuan Sosial

Inovasi dan Belajar Tanpa Henti

Tantangan besar lainnya yang wajib disikapi secara cermat oleh para technopreneur adalah proses inovasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, pebisnis yang berkecimpung di bidang tersebut juga harus sigap melakukan inovasi.

Tentu saja proses inovasi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan selera pasar. Jangan sampai inovasi yang telah dilakukan tidak sebanding dengan manfaat yang bisa diperoleh.

Ketersediaan Modal yang Memadai

Hambatan besar yang kerap menghalangi inovasi technopreneur adalah ketersediaan modal. Tak jarang seseorang harus mengubur keinginan menjadi pebisnis di bidang teknologi karena kendala modal.

Namun, belakangan ini peran investor semakin dapat diandalkan untuk mendukung ketersediaan modal. Para pebisnis harus lebih kreatif menarik minta para investor melalui prospek bisnis yang menjanjikan di masa kini dan masa depan.

Dukungan Universitas dan Lembaga Akademis Lainnya

Mayoritas keberhasilan technopreneur juga dilatarbelakangi oleh dukungan universitas dan lembaga akademis lainnya. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan harus mulai membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Keberadaan inkubator bisnis berbasis teknologi sangat penting untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang bisnis tersebut.

Bisnis berbasis teknologi yang sudah dipelajari di bangku sekolah atau kuliah adalah awal yang baik untuk memacu semangat bisnis para penerus bangsa.

Tertarik menjadi technopreneur?

Tak ada kata terlambat untuk merintis bisnis di bidang teknologi. Terutama bila kamu memiliki basis ilmu dan kesempatan besar pada bidang bisnis tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here