Tantangan Senior Media Planner: Nggak Boleh Berhenti Belajar!

Media Planner
Annisa Rachma Sarah, Senior Media Planner Mirum Jakarta

Dalam sebuah kesempatan, Job Like Magazine mewawancarai salah seorang Senior Media Planner dari sebuah perusahaan digital agency. Adalah Annisa Rachma Sarah atau yang akrab disapa Annisa. Wanita kelahiran Jakarta 14 Juli 1992 ini, meniti karirnya dalam industri digital sejak masih magang pada salah satu situs penyedia jasa properti. Tak puas bertahan di satu bidang, kini ia menekuni karir pada perusahaan agensi iklan terkemuka.

Wanita yang easy going ini, akan berbagi value yang ia terapkan selama meniti karir sebagai Senior Media Planner.

Sumber : techinasia

Halo, Annisa! Mungkin sebelum berbagi pengalaman mengenai pekerjaan saat ini, boleh diceritain nggak perjalanan karir lo gimana sih?

Alhamdulillah, perjalanan karir gue cukup cemerlang. Haha! Jadi ceritanya pas lagi kuliah sambil nunggu sidang, gue magang di rumah123.com. Itu awalnya sebagai Public Relation (PR). Ternyata di PR itu gue belajar juga tentang dunia digital, advertising digital. Sampai setelah gue selesai magang, ternyata rumah123.com ini suka sama kerjaan gue akhirnya dia memutusukan untuk hire gue. Saat jadi karyawan di rumah123.com, gue ditempatkan sebagai Media Implementer. Jadi tugasnya publish ads (social media ads) dan bikin content plan. Di rumah 123.com gue kerja selama 1,5 tahun. Nah, tahun 2015 gue pindah ke Mirum Jakarta. Perjalanan karir di Mirum Jakarta berawal dari Media Planner Assistance. Jadi tugas gue saat itu mengeksekusi ide-ide dari Media Planner. 1 tahun kemudian gue mencapai KPI gue naik jabatan jadi Media Planner dan 1 tahun selanjutnya diangkat lagi jadi Senior Media Planner sampai sekarang.

Wah, berarti cukup cemerlang ya karirnya?

Of course! Haha!

Bekerja di dunia digital agency ini memang jadi passion lo atau gimana sih?

Nggak! Haha. Yang membuat gue bertahan di sini itu bukan karena passion juga sih tapi pertama karena lingkungan. Gue punya temen-temen yang asyik banget. Kedua, jam kerja gue bebas mau dateng jam berapapun. Sometimes, kalau gue lagi ikut pitching, kalau misalnya gue menang itu gue punya kebanggan tersendiri. Jadi itu yang buat gue enjoy-enjoy aja ngejalaninnya. Jadi gimana caranya kita bisa ngebuat kantor sebagai playground.

Baca Juga : Cerita CEO Telunjuk.com yang Berhasil Bangkit dari Kegagalan

Katanya lo termasuk orang yang gampang bosan ya? Gimana tuh caranya supaya kita bisa mengusir rasa bosan kalau lagi kerja?

Karena gue orangnya gampang bosan jadi gue pikir, pekerjaan apapun yang dilakukan akan cepat bosan. Tapi, gue harus nemuin flow hidup gue aja. Misalnya, kalau lagi bosan gue harus main. Ini salah satu yang gue suka dari kantor ini, gue bisa main. Kalau lagi bosan biasanya suka main PS hehe. Jadi di sini, kalau pekerjaan lo udah selesai ya udah bisa santai. Tapi, kalau belum selesai ya sadar deadline aja.

Sekarang di posisi lo sebagai Senior Media Planner, tanggung jawab lo apa aja?

Tanggung jawab sebagai Senior Media Planner, mendapatkan client baru lewat pitching, terus memberikan arahan ke tim gue yang saat ini ada 3 orang, dan melakukan penawaran up sale ke client.

Sebagai pemimpin, style memimpin lo kayak gimana sih?

Gue selalu menempatkan diri gue sama kayak mereka. Jadi, ada yang nggak gue tau tapi mereka tahu, dan ada yang mereka nggak tahu tapi gue tahu. Jadi, itu penting banget. Gue nggak ada rasa superior. No distance between us. Mungkin kalau satu dua kali yang bikin ribet, ya wajar lah. Kalau ada situasi kayak gitu, gue nggak segan untuk turun tangan. Jadi kalau nggak ada yang ngerjain, gue yang akan handle.

Nah, kan banyak nih angkatan millenial yang kerja tapi ngerasa kok ya karir kita gini-gini aja. Lo punya masukan nggak untuk mereka yang ngerasa begitu?

Mungkin memang banyak ya orang yang udah kerja mati-matian, tapi stuck gitu aja. Menurut gue sih wajar, karena kan yang menilai kinerja kita kan memang orang lain jadi lo nggak bisa maksain harus suka sama hasil pekerjaan lo. Tapi, kalau kita ngerjainnya ikhlas dan lo nggak neko-neko, semesta akan mendukung lo. Jujur, di Mirum ini saat gue naik level di 6 bulan pertama sebagai Media Planner, gue nggak ada target. Intinya, kenali diri lo sendiri. Kalau lo tau lo ga passionate sama kerjaan, lo harus cari tau gimana caranya suka sama pekerjaan ini. Jangan malu untuk belajar! Ini penting nih. Jangan merasa udah tahu dan akhirnya nggak mau belajar dari orang lain. Apalagi kalau kerja di industri digital, jangan pernah ngerasa pintar karena setiap detik dunia digital berubah! Selalu haus akan ilmu. Selain itu, nggak usah terlalu ambisus. Jalanin aja tapi pakai otak dan hati. Jadi pikiran sama hati harus balance.

Setelah berkarir sebagai Senior Media Planner, target karir lo selanjutnya apa nih? 

Mungkin ke depan, gue mau coba untuk masuk ke perusahaan brand. Karena di agensi ini gue mempelajari berbagai jenis brand dan obyektifnya beda-beda kan, secara strategi gue udah tahu arah dari berbagai brand yang pernah gue pegang. Intinya, gue nggak mau merasa udah tahu semuanya maka dari itu gue perlu challange lain. Jangan pernah takut mencoba!

Bagaimana? Udah cukup dapat inspirasi tentang berkarir di dunia agensi? Semoga informasi kali ini membuat kamu lebih mantap untuk menentukan arah karir.

Beri komentar Anda tentang artikel ini