Jokowi Targetkan Tingkat Pengangguran di Indonesia pada Tahun 2021

Penurunan tingkat pengangguran di Indonesia menjadi target Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada tahun 2021. Dalam pidato penyampaian RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2020-2021, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8), Jokowi menargetkan tingkat pengangguran di kisaran 7,7 persen hingga 9,1 persen. Target akan didukung dengan berbagai kebijakan belanja negara pada tahun depan.

Selain tingkat pengangguran di Indonesia, Jokowi juga menargetkan tingkat kemiskinan. Yakni, di kisaran 9,2 persen hingga 9,7 persen, dengan menekankan penurunan kelompok kemiskinan ekstrim. Indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) juga menjadi perhatian dengan target 72,78 hingga 72,95.

Membandingkan nota keuangan yang disampaikan pada Nota Keuangan APBD Tahun Anggaran 2020, terjadi kenaikan target yang dipatok Jokowi. Sebelumnya, tingkat pengangguran di Indonesia pada 2020 dinilai akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5 persen. Sementara tingkat kemiskinan di kisaran 8,5 persen hingga 9 persen.

Baca Juga: Program Vokasi Solusi Masa Depan 7 Juta Pengangguran di Indonesia

Lonjakan target tingkat pengangguran pada 2021 ditenggarai tak terlepas karena efek pandemi COVID-19. Menurut laporan Bappenes pada akhir Juli silam, Indonesia menderita peningkatan angka pengangguran di Indonesia selama pandemi COVID-19 hingga 3,7 juta orang. Terjadinya lonjakan 50 persen disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

Namun, Jokowi menegaskan rancangan kebijakan APBN 2021 berfokus untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19. Dalam rancangannya, Jokowi menargetkan defisit anggarannya pada 2021 sekitar 5,5 persen dari Produk Domestik Bruto, atau setara Rp 971,2 triliun.

“Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran di tahun 2020 sekitar 6,34 persen dari PDB atau sebesar Rp1.039,2 triliun,” kata Jokowi. 

“Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2021, yakni tingkat pengangguran 7,7 persen hingga 9,1 persen,” ujar Jokowi. 

Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19, Jokowi juga menegaskan anggaran yang dirancang untuk mendorong reformasi struktural agar terjadi peningkatan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi. Jokowi juga berharap RAPBN ini akan mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital, dan untuk antisipasi perubahan demografi.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan RAPBN juga harus mengantisipasi beberapa faktor, seperti ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik. Ia juga menjelaskan reformasi yang ditargetkan harus didukung dengan reformasi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, sistem penganggaran dan perpajakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here