Guerrilla Marketing: Teknik Promosi Minimalis Demi Mendapat Hasil Maksimal

Teknik marketing bisnis terus berkembang seiring berjalannya waktu. Beberapa dekade belakangan ini, teknik marketing konvensional mulai dianggap kurang relevan dan membosankan. Hal tersebut memicu kemunculan teknik-teknik pemasaran modern, salah satunya yaitu guerrilla marketing.

Istilah guerrilla marketing memang masih asing bagi sebagian besar orang. Namun, pemanfaatannya kini semakin meluas dan dianggap lebih menarik. Mari kenalan lebih dekat dengan teknik pemasaran tersebut supaya kamu bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk mendukung kelancaran bisnis.

Apa yang Dimaksud dengan Guerrilla Marketing?

Guerrilla marketing adalah teknik pemasaran gerilya yang pertama kali diperkenalkan oleh Jay Conrad Levinson. Prinsip utama teknik ini adalah memasarkan bisnis dengan modal seminimal mungkin (dari segi tenaga dan biaya) untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin.

Penerapan teknik pemasaran gerilya bisa dilakukan secara konvensional maupun modern (memanfaatkan teknologi internet). Penetrasi internet yang semakin masif membuat teknik pemasaran modern ini jadi lebih mudah diterapkan dan hasilnya pun terbilang menjanjikan.

Baca Juga: STP Marketing dan Penerapannya untuk Mendukung Pencapaian Tujuan Bisnis

Hal-Hal yang Patut Dilakukan dalam Teknik Guerrilla Marketing

Beberapa hal penting yang patut dilakukan dalam menerapkan guerrilla marketing, yaitu,

  • Membangun komunitas yang aktif membawa personal branding bisnis. Misalnya, portal media online yang fokus dengan tema parenting membangun komunitas ibu modern yang aktif menghasilkan karyawan dan berbagi ilmu.
  • Berpikir out of the box sehingga bisa menghasilkan ide-ide kreatif yang segar dan orisinal. Inilah yang membuat bisnis modern membutuhkan dukungan anak muda yang dapat mendukung terciptanya inovasi.
  • Peka terhadap perubahan tren dan selera masyarakat. Di Indonesia, pebisnis harus mampu memanfaatkan momen ketika ada hal-hal yang sedang viral. Sebab hal tersebut akan lebih mudah diterima masyarakat dan lekas populer.
  • Membuat konten audio visual yang menarik untuk diunggah ke media sosial. Dengan demikian, pengguna internet akan lebih mengenal keberadaan brand bisnismu sebab kamu berhasil menyajikan konten yang unik.
  • Siap menjadikan saran dan kritik dari pelanggan sebagai ide untuk memperbaiki bisnis secara berkesinambungan.

Beberapa Contoh Teknik Pemasaran Gerilya

Contoh-contoh penerapan guerrilla marketing yang populer antara lain:

  • Unggahan Burger King Indonesia di media sosial yang mengajak masyarakat untuk tetap berbelanja dari para kompetitor (seperti McD, KFC, Hokben, maupun UMKM) agar perekonomian tetap stabil di masa pandemi.
  • Promosi serial TV Games of Thrones season 3 yang menghadirkan patung tengkorak naga raksasa di tepi pantai Dorset, Inggris.
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengubah bentuk gerbang pembatas rel kereta menyerupai pisau yang dilengkapi tulisan “Jangan Nekat Kalau Mau Selamat”.

Sudahkah kamu menentukan implementasi guerrilla marketing yang menarik untuk bisnismu?

Jangan mau ketinggalan dengan kompetitor, ya. Ide-ide gila yang kamu miliki harus direalisasikan agar omset bisnis kian meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here