Teknik Wawancara Jitu Biar HRD Mendapat Karyawan Oke

Teknik wawancara yang wajib dipahami Human Resource Department (HRD) biar nggak kecolongan mendapat karyawan biasa-biasa. Dengan wawancara secara detail dan mendalam, HRD pasti bisa kok merekrut calon karyawan berpotensi baik untuk perusahaan.

Nah, HRD perlu tahu nih beberapa teknik wawancara bisa diterapkan saat perekrutan.

Lakukan Wawancara Awal di Telepon

Di zaman sekarang, wawancara melalui sambungan telepon sudah sering dilakukan. Selain bisa lebih efisien waktu dan tenaga, teknik wawancara ini berguna sebagai filter pertama dalam menyeleksi kandidat loh. Jadi, HRD cukup mengundang beberapa orang yang lulus wawancara awal ini untuk mengikuti tes.

Manfaatkan sesi wawancara di telepon untuk mengenal kandidat secara umum, baik pengalaman maupun kemampuan. HRD juga bisa memberikan penjelasan singkat mengenai perusahaan di sesi ini. Dengan mengenal kandidat terlebih dahulu, HRD dapat menghemat tenaga untuk menyiapkan diri pada proses rekruitmen selanjutnya.

Teknik Wawancara yang Baik Harus Menyelipkan Job Desc dengan Jelas

Saat beberapa kandidat lolos tes tertulis, tentu saja setelah itu HRD akan langsung mengadakan wawancara. Dalam wawancara tersebut, satu hal penting yang harus HRD lakukan adalah memberi penjelasan seputar job desc pada kandidat.

Jangan sampai nih, para kandidat yang lolos justru masih “buta” pada pekerjaan yang dia lamar. Berikan poin-poin penting tugas yang akan mereka kerjakan. Jangan lupa juga jelaskan struktur jabatan secara singkat agar calon karyawan memahami perusahaan sejak awal.

HRD Perlu Menyiapkan Teknik Wawancara Baik Tanpa Terkesan Mengintimidasi Kandidat

Nuansa wawancara bersama HRD kadang memang menjadi menegangkan. Apalagi bagi para kandidat yang terlanjur takut. tegang, dan cemas berlebihan. Di saat kondisi seperti ini, HRD sebaiknya membalikkan keadaan menjadi lebih menyenangkan dan cair.

Jangan bersikap seolah-olah kandidat merasa terintimidasi. Berikan pertanyaan dengan wajar tanpa perlu membuat calon karyawan takut. Saat wawancara dengan user biasanya para kandidat butuh mental lebih kuat, jadi jangan dipatahkan sejak wawancara HRD ya.

Baca Juga: Jangan Lupa Menetapkan Hot Button Saat Mencari Karyawan Baru

Terapkan Teknik Wawancara dengan Beragam Pertanyaan “Jebakan”

Untuk memperoleh kandidat berpotensi baik, ada baiknya sesekali HRD menyiapkan pertanyaan “jebakan”. Biasanya sikap dan potensi calon karyawan dapat terlihat dari jawaban yang dilontarkan. Di sini HRD butuh peka dan jeli untuk menyaring kandidat terbaik.

Beberapa pertanyaan jebakan yang bisa dilontarkan antara lain “mengapa Anda memilih keluar dari tempat kerja lama?”, “apa nilai plus Anda dibandingkan kandidat lain?”, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini dapat membantu HRD mengenal karakter kandidat lebih dalam. Pastikan pula amati gestur tubuh kandidat saat menjawab pertanyaan “jebakan” ya.

Berikan Waktu bagi Kandidat untuk Bertanya

Teknik wawancara yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah memberikan waktu bagi kandidat untuk gantian bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai, HRD seharusnya memberikan ruang bagi kandidat untuk bertanya banyak hal seputar perusahaan.

Bukan hanya demi menghargai hak bertanya para kandidat, momen ini juga bisa dijadikan bahan penilaian HRD dalam hal inisiatif kandidat. Calon karyawan yang punya beberapa pertanyaan bermutu biasanya dipandang lebih baik di mata para HRD.

Sebagai HRD, teknik wawancara harus benar-benar dilakukan dengan baik guna memperoleh sumber daya manusia yang baik pula. Jadi, manfaatkan sesi wawancara sebaik-baiknya untuk memperoleh potensi terbaik bagi perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here