Berdasarkan Teori Kebutuhan Maslow, Apakah Kamu Termasuk Karyawan Makmur?

Bekerja bukan sekadar rutinitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Lebih dari itu, banyak aspek yang harus dipenuhi agar kamu menjadi seorang karyawan makmur. Berdasarkan teori kebutuhan Maslow, ada lima kebutuhan manusia yang dapat dikaitkan dengan kondisi pekerjaannya.

Teori kebutuhan Maslow dicetuskan oleh seorang psikolog Amerika Serikat bernama Abraham Maslow yang menaruh perhatian besar terhadap bidang psikologi sisi humanistik. Konsep teori terkenal itu dikenal dengan istilah hierarchy of need yang digambarkan dalam bentuk piramida.

Berdasarkan teori Maslow tersebut, urutan tingkat kebutuhan berdasarkan proporsi terendah hingga tertinggi adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Fisiologis (Physiological)

Apakah situasi pekerjaan kamu saat ini dapat mendukung kebutuhan fisiologis?

Aspek fisiologis pada teori kebutuhan Maslow dapat digambarkan sebagai jumlah gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, biasanya karyawan akan lekas mencari pekerjaan baru yang lebih memadai, terutama jika karyawan tersebut sudah berkeluarga.

Baca Juga: Gaya Hidup Frugal: Cermat Berhemat demi Masa Depan yang Lebih Mapan

Kebutuhan Rasa Aman (Safety)

Dalam teori kebutuhan Maslow, rasa aman juga patut menjadi perhatian. Pekerjaan yang baik juga harus memberikan rasa aman bagi para karyawannya. Rasa aman terkait dengan kenaikan gaji dan risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang kecil sangat mempengaruhi fokus kerja karyawan.

Rasa aman yang terus berkurang membuat karyawan merasa harus pindah kerja ke tempat yang dapat memberikan jaminan keamanan lebih baik. D

Kebutuhan Sosialisasi (Love or Belonging)

Sebagai makhluk sosial, manusia juga memiliki kebutuhan sosialisasi yang harus terpenuhi setiap saat. Di dunia kerja, implementasi teori kebutuhan Maslow yang satu ini dapat digambarkan dengan lingkungan kerja yang kondusif, kekompakan antar rekan kerja, serta ketiadaan politik tak sehat.

Persaingan kerja yang sehat akan membantu memenuhi kebutuhan sosialisasi bagi seluruh karyawan.

Kebutuhan Pengakuan (Esteem or Accomplishment)

Setiap karyawan juga butuh pengakuan akan kinerja yang sudah dikontribusikan untuk perusahaan. Aspek teori kebutuhan Maslow yang satu ini juga bisa mempengaruhi loyalitas karyawan. Ada banyak bentuk pengakuan yang bisa diberikan bagi karyawan.

Misalnya, bonus tahunan, kenaikan jabatan, atau kepercayaan untuk menangani pekerjaan yang lebih besar. Pengakuan dari perusahaan akan membuat karyawan merasa lebih berharga dan kepuasan kerjanya pun akan meningkat.

Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization)

Aspek kebutuhan aktualisasi diri merupakan hal terpenting dalam teori kebutuhan Maslow. Seorang karyawan ingin senantiasa bekerja secara nyaman dan menjadi diri sendiri tanpa tuntutan berlebihan. Pencapaian ini membuat karyawan lebih bersemangat saat bekerja dan bisa mengembangkan potensi terbaik yang ada dalam dirinya.

Jadi, apakah kamu termasuk karyawan makmur berdasarkan teori kebutuhan Maslow tersebut?

Mungkin tidak semua aspek bisa terpenuhi secara sempurna. Namun, kamu berhak mendapatkan semua kebutuhan tersebut supaya tetap menjadi karyawan yang profesional dan bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here