Tiket.com Rencana Merger dengan Perusahaan SPAC Amerika Serikat

Tim Tiket.com. (Foto: dok. spesial)

Rencana menjadi perusahaan tercatat atau go-public melalui merger tengah dipersiapkan Tiket.com. Perusahaan online travel agent (OTA) ini dikabarkan akan merger dengan special purpose acquisition company (SPAC) asal Amerika Serikat, COVA Acquisition Corp, seperti yang dilansir dari Bloomberg. 

Perkiraan valuasi perusahaan hasil merger mencapai US$2 miliar (sekitar Rp28 triliun). Meski menurut narasumber Bloomberg, rencana merger ini masih dalam tahap negosiasi dan ada kemungkinan tidak mencapai kesepakatan. Dalam negosiasi ini, Tiket.com diwakili oleh konsultan Goldman Sachs Group.

Namun, pihak Tiket.com, COVA Acquisition Corp, dan Goldman Sachs Group menolak untuk mengkonfirmasi berita merger yang beredar. Sementara itu, Tiket.com juga diprediksi akan menjaring dana senilai US$200 juta (sekitar Rp2,8 triliun) dari investor swasta.

Sejak didirikan pada tahun 2011, Tiket.com baru mendapatkan suntikan dana dari angel investor senilai US$1 juta (sekitar Rp14 miliar). Pendanaan berikutnya terjadi di pertengahan tahun 2017 ketika diakuisisi oleh Blibli.

Baca Juga: Program Self Awareness, Strategi Employer Branding Tiket.com

Dengan diakuisisi oleh Blibli, Tiket.com menjadi bagian dari Djarum Group. Perusahaan OTA dengan valuasi sekitar US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun) ini pun mengangkat pemimpin baru, George Hendrata, yang sebelumnya menjabat sebagai Director of Business Development and Diversification Djarum.

Rencana merger Tiket.com menambah daftar startup Asia Tenggara yang mempertimbangkan merger melalui SPAC. Sebelumnya, Traveloka, startup OTA yang menjadi pesaing Tiket.com, juga dikabarkan tengah bernegosiasi untuk merger dengan Bridgetown Holdings Ltd. Rencana merger juga diumumkan oleh Grab. Perusahaan transportasi ini akan menjadi perusahaan tercatat di Amerika Serikat pada Juli 2021, dengan menggandeng Altimeter Growth Corp

Tiket.com Klaim Rekor Penjualan Kuartal 1 (Q1) di Tahun 2021

Tiket.com mengklaim adanya rekor penjualan pada kuartal 1 (Q1) di tahun 2021. Tercatat, adanya kenaikan hingga 331 persen untuk pemesanan tiket pesawat dan 321 persen pemesanan hotel. Sementara pemesanan tiket TO DO naik 10,083 dan pertumbuhan pengguna sebesar 229 persen. 

Pertumbuhan bisnis ini meski di tengah pandemi yang mengguncang industri pariwisata ini merupakan hasil dari beberapa kampanye dijalankan. Salah satunya,Malu Tanggal Muda (MTM) dan Mendadak OTW (Online Tiket Week). Sementara itu, fitur tiket TO DO mampu menarik pengguna untuk mengunjungi tempat atraksi dan hiburan bagi keluarga, serta memenuhi kebutuhan pelengkap perjalanan tes COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here