Horizontal Marketing: Berkolaborasi untuk Meningkatkan Penjualan

Untuk bisa meningkatkan angka penjualan, dibutuhkan kerjasama atau kolaborasi yang baik antara produsen, agen/distributor dan seller/retail. Karena, dengan kolaborasi yang baik, strategi yang digunakan bisa dijalankan secara terarah dan sejalan. Namun, jika strategi yang ditetapkan tidak berjalan, mungkin kamu harus mencoba strategi pemasaran yang lain.

Umumnya, pemilik bisnis menggunakan strategi vertical marketing dalam memperkenalkan produknya. Strategi ini melibatkan pemilik produk, distributor dan retailer yang menyasar pasar yang sama. Meski demikian, sebagai pemilik bisnis kamu juga bisa menggunakan strategi pemasaran horizontal marketing untuk meningkatkan angka penjualan.

Apa Sih yang Dimaksud dengan Horizontal Marketing?

Horizontal marketing merupakan strategi pemasaran dan penjualan dengan cara menggabungkan dua perusahaan atau dua produk yang memiliki target market berbeda. Tujuannya, yaitu melakukan penetrasi pasar yang lebih luas sehingga bisa meningkatkan angka penjualan.

Umumnya strategi kolaborasi ini dilakukan jika salah satu perusahaan memiliki kekurangan dari sisi sumber daya, teknis produksi, kanal pemasaran atau distribusi. Perusahaan juga bisa menggunakan strategi ini untuk mengurangi resiko terjadinya kerugian akibat penggunaan biaya pemasaran.

Salah satu contoh penggunaan strategi horizontal marketing pernah dilakukan oleh Starbucks dan Apple. Konsumen yang membeli produk Starbucks bisa men-download atau streaming lagu-lagu dari iTunes saat berkunjung ke gerai Starbucks.

Sedangkan di Indonesia, Music Factory Indonesia (MFI) memasarkan CD musiknya di gerai-gerai restoran fast food KFC.

Baca Juga: Drip Marketing: Strategi Menggaet Pelanggan yang Dilakukan Perlahan-lahan

Tips Menerapkan Strategi Pemasaran dengan Tepat

Meski menguntungkan dari sisi penjualan, strategi horizontal marketing tidak bisa begitu saja diterapkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin strategi pemasaran ini membawa dampak yang besar bagi bisnis. Di antaranya,

Menetapkan Target/Tujuan

Tetapkan target dan tujuan dari penggunaan strategi ini. Semisal, apakah kamu ingin meningkatkan angka penjualan? Atau kamu ingin meningkatkan brand awareness? Hal ini berhubungan dengan beberapa atribut dari produk yang dimiliki. Semisal, jargon/tagline, harga, kemasan, jenis/model produk yang dijual, dan lain-lain.

Memilih Target Market yang Tepat

Dengan memilih target market yang tepat kamu bisa memilih perusahaan mana yang akan diajak berkolaborasi.

Seperti contoh di atas, MFI memilih KFC karena restoran fast food tersebut banyak dikunjungi oleh generasi muda. Sedangkan generasi muda adalah target market dari MFI.

Kolaborasi Harus Saling Menguntungkan

Tentu saja jika berkolaborasi, perusahaan yang akan diajak berkolaborasi harus mendapatkan keuntungan. Baik dari sisi finansial maupun awareness.

Merancang Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran yang digunakan untuk memasarkan produk hasil kolaborasi tentu berbeda dengan jika kamu memasarkannya sendiri. Karenanya, buatlah rencana pemasaran yang baru. Untuk itu, kamu harus menjawab beberapa pertanyaan ini.

  • Kanal pemasaran apa yang akan digunakan? Semisal, media online, media sosial, dan lain-lain.
  • Apa yang harus dilakukan agar personality dan brand value yang dimiliki tetap kuat meskipun dipasarkan dengan cara berkolaborasi?
  • Bagaimana cara kamu memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang diajak berkolaborasi?

Dengan menggunakan strategi horizontal marketing, kamu bukan hanya bisa meningkatkan angka penjualan produk/layananmu. Lebih dari itu, kamu juga bisa melakukan penghematan biaya serta membangun brand awareness dengan lebih cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here