3 Tipe Kepribadian Ini Bisa Menjadikan Seseorang Sukses Besar atau Justru Pengangguran

tipe kepribadian karyawan
Sumber : alwaref

Setiap pelaku bisnis tahu bahwa sebuah bisnis hanya akan sukses berkat orang-orang yang menjalankannya. Karyawan adalah aset paling berharga yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan setiap perusahaan punya daftar unik persyaratan dan preferensi saat merekrut karyawan.

Beberapa karakter ini sifatnya universal, sedangkan sebagian lain spesifik bergantung pada jabatan dan industri. Namun, ada beberapa kualitas pada pegawai yang menempatkan mereka pada posisi yang rentan: jika berada di tempat yang tepat dan dimanfaatkan dengan baik, tipe kepribadian tersebut bisa mengantarkan pada kesuksesan. Sebaliknya, sebagian besar karyawan yang memiliki tipe kepribadian seperti ini kesulitan dalam beradaptasi di dunia kerja.

Seperti apakah tipe-tipe kepribadian tersebut?

Ini Tipe Kepribadian Berbahaya yang Bisa Jadi Aset Besar atau Malah Penghalang Kesuksesan

Tipe Pengganggu

Sumber : enterpreneur

Tipe kepribadian pengganggu atau “disruptor” kini memiliki makna yang mulai berbeda. Label yang dulunya dipakai untuk menggambarkan pembuat onar di jaman sekolah ini kini sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan kenamaan. Untuk jadi sukses, seseorang harus menemukan cara untuk bisa jadi lebih baik dari pesaingnya. Namun, untuk bisa “mengganggu” sebuah industri, ia harus bisa melakukannya dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga akan bisa mengubah sebuah industri selamanya.

Sayangnya, ini adalah hal yang berkebalikan dari apa yang dicari perusahaan kebanyakan dari pegawai mereka. Perusahaan biasanya sukses karena mereka mengikuti sebuah formula yang sudah berhasil bagi mereka di masa lalu. Meskipun formula ini mungkin diutak-atik sedikit-sedikit, tetapi perubahan drastis akan membuat semuanya berantakan. Oleh karena itu, “sang pengganggu” adalah tipe kepribadian yang akan dirasa berbahaya bagi kebanyakan perusahaan. Tentu saja, setiap perusahaan yang baik akan menyambut terbuka ide dan saran baru, tetapi keterbukaan ini biasanya memiliki batas. Karena itulah, seorang pekerja dengan kepribadian seperti ini biasanya lebih nyaman dan mudah sukses jika memulai perusahaan sendiri daripada berusaha mengubah perusahaan yang sudah lama berdiri.

Baca Juga: 7 Menu Makan Siang Populer di Kalangan Karyawan Indonesia

Tipe Kreatif

menato tubuhKreativitas adalah sebuah hal yang dicari di semua pegawai. Tanpa kreativitas, ide-ide baru tidak akan pernah terbentuk. Namun, orang-orang bertipe kreatif yang sesungguhnya jarang membatasi kreativitas mereka dalam angan-angan belaka. Mereka seringkali akan mengekspresikan diri secara eksternal melalui fashion, gaya rambut, bahkan juga tato dan piercing. Meskipun banyak perusahaan yang mendorong pola berpikir kreatif, tipe kepribadian yang seperti ini biasanya akan dilabeli tidak profesional di kebanyakan tempat kerja.

Memang, pakaian yang lebih konservatif bukan berarti pola pikir yang tidak kreatif. Namun begitu pula sebaliknya, gaya membawa diri yang kreatif dan tidak biasa juga bukan berarti tidak profesional. Karyawan dengan tipe seperti ini akan sukses di perusahaan-perusahaan dengan nilai-nilai yang lebih modern dan progresif.

Pemikir “Outside the Box”

orang yang kreatif
sumber: artikelmanfaat

HRD dari perusahaan mana pun akan mencari karyawan baru yang memiliki “kecocokan budaya” dengan perusahaan. Meskipun sebenarnya tujuan dari ini adalah mencari orang-orang yang memiliki nilai yang sama dengan perusahaan sehingga akan bisa bekerja dengan lancar dengan anggota tim lainnya, hasilnya seringkali adalah sekelompok orang yang homogen dengan latar belakang, perilaku, pola pikir, dan misi yang sama. Di sisi lain, perusahaan juga sering mendorong karyawannya untuk berpikir outside the box. Namun, jika cara pikir tersebut melenceng jauh dari kotak yang sudah ada, maka kemungkinan besar justru tidak akan diterima oleh perusahaan.

Orang-orang dengan tipe kepribadian seperti ini lebih cocok berada di perusahaan yang memiliki karakteristik sama dengan diri mereka. Sehingga, gagasan yang “di luar umum” tersebut tidak akan terlalu bertabrakan dengan budaya perusahaan.

Beri komentar Anda tentang artikel ini