Hati-Hati! Jangan Sampai Perilaku Textrovert Mengganggu Komunikasimu

Kecanggihan teknologi membuat proses komunikasi bisa dilakukan secara praktis tanpa tatap muka. Namun, kemajuan teknologi rupanya juga mencetuskan perilaku textrovert. Tak banyak yang memahami istilah tersebut meskipun banyak orang yang menunjukkannya.

Apakah kamu termasuk seorang textrovert?

Yuk, simak dulu ulasan berikut ini agar semakin memahami istilah yang berkembang di zaman modern tersebut!

Apa yang Dimaksud dengan Textrovert?

Textrovert merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang lebih nyaman berkomunikasi melalui aplikasi chat atau media sosial. Ketika berkomunikasi lewat aplikasi, seseorang akan menjadi pribadi yang supel, menyenangkan, suka mengobrol, dan pandai mencari topik pembicaraan.

Sebaliknya, orang-orang tersebut akan tampak sangat pendiam dan pasif di dunia nyata. Bahkan, banyak di antara mereka yang merasa kesulitan memulai percakapan bahkan untuk sekadar menanggapi obrolan yang dimulai lawan bicara. Apakah kamu termasuk orang yang mengalami hal ini?

Baca Juga: Mengenali Doxing di Media Sosial dan Dampak Buruk bagi Korbannya

Mengenal Ciri-Ciri Textrovert

Kecenderungan menyukai komunikasi tak langsung biasanya tercermin melalui beberapa ciri berikut ini:

  • Menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan smartphone, aplikasi chat, dan media sosial.
  • Jumlah teman di dunia nyata terbilang sangat sedikit.
  • Memiliki kepribadian introvert.
  • Sifatnya sangat pemalu dan pasif. Hal ini bisa disebabkan pengalaman buruk di masa lalu.
  • Interaksi dengan orang-orang terdekat sangat minim.
  • Mempunyai gaya bahasa yang sangat elegan, menarik, dan tidak membosankan saat menggunakan aplikasi chat atau media sosial.
  • Merasa sangat antusias bila lawan bicaranya merespon chat dengan balasan yang panjang dan penuh ketertarikan.
  • Mudah kecewa jika lawan bicaranya membalas chat dengan jawaban yang sangat singkat.

Bagaimana Cara Terbaik Meminimalkan Kecenderungan Textrovert?

Lebih menyukai komunikasi tak langsung via chat tentu sah-sah saja. Namun, jangan sampai kamu menjadi seorang textrovert yang menunjukkan sikap anti sosial dan sulit berbaur. Dampak negatif perilaku ini mesti dikurangi melalui beberapa hal berikut ini:

  • Bergaul di lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan sahabat. Karena keluarga dan sahabat akan menerima keterbatasanmu dalam berbaur. Cara ini merupakan langkah paling mudah untuk membuka diri terhadap dunia luar.
  • Mengubah penampilan supaya lebih menarik. Sebab kadang-kadang sifat pemalu dan pasif bisa terjadi akibat trauma bullying di masa lalu. Penampilan menarik akan membuat kamu lebih mudah diterima dan disukai orang lain.
  • Berusaha bersikap ramah dengan semua orang. Kamu memang tidak harus mengajak orang lain mengobrol terus-menerus. Namun, tanggapilah obrolan yang dimulai orang lain secara sopan dan antusias. Sesekali, tak ada salahnya basa-basi mengenai hal-hal yang bersifat umum supaya interaksi semakin hangat.

Terakhir, jangan lupa berikan waktu untuk me-recharge diri sendiri. Karena kondisi kelelahan bisa membuat kamu tidak nyaman, pendiam, dan pasif. Jadilah seorang textrovert yang pandai beradaptasi tanpa mengganggu kenyamanan diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here