Alih Profesi Jadi Freelancer Butuh Konsistensi dan Persiapan Matang

Pandemi COVID-19 di tanah air menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan karena mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal tersebut membuat sebagian besar orang yang tidak bekerja akhirnya memutuskan alih profesi jadi freelancer. Padahal, peralihan tersebut tentu tidak semudah yang dibayangkan.

Alih profesi jadi freelancer butuh konsistensi dan persiapan matang. Bahkan, freelancer yang memulainya dari nol pun harus beradaptasi dalam waktu lama. Setidaknya kamu harus memahami hal-hal krusial ini bila ingin menjadi seorang freelancer profesional:

Meningkatkan Kemampuan Kerja Secara Terus-Menerus

Salah satu hal yang membuat tak semua orang mampu alih profesi jadi freelancer adalah keharusan untuk meningkatkan kemampuan kerja secara terus-menerus. Seorang freelancer tak boleh berpuas diri dengan kemampuan yang sudah dimiliki.

Perkembangan zaman memaksa freelancer untuk mengikuti perubahan tersebut secara dinamis supaya tak kalah bersaing dengan kompetitor lainnya.

Baca Juga: Tips Membuat CV Freelancer agar Mudah Mendapatkan Pekerjaan Oke

Memperoleh Penghasilan yang Jumlahnya Tak Menentu

Keputusan alih profesi jadi freelancer juga terasa berat bagi kamu yang tadinya bekerja sebagai karyawan tetap. Karena kamu harus menghadapi realita bahwa penghasilan freelancer tak stabil setiap bulan. Ketika order sedang banyak, para freelancer bisa memperoleh penghasilan jauh lebih besar daripada karyawan kantoran.

Sebaliknya, freelancer juga kerap tak mendapatkan penghasilan sama sekali dalam waktu satu bulan saat tak ada klien yang memberikan pekerjaan.

Mengasah Kemampuan Manajemen Waktu

Freelancer profesional harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang efektif. Sehingga para freelancer tersebut bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu singkat. Kemampuan manajemen waktu membuat freelancer tak kesulitan menerima beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan.

Hal ini sering menjadi hambatan bagi karyawan yang ingin alih profesi jadi freelancer karena terbiasa melakukan single tasking di kantor.

Mengatasi Godaan dari Lingkungan Sekitar

Tantangan lain yang harus dihadapi jika memutuskan alih profesi jadi freelancer adalah godaan dari lingkungan sekitar. Terutama jika kamu sudah berkeluarga dan memiliki buah hati. Bekerja di rumah membuatmu mudah terdistraksi oleh anggota keluarga.

Padahal, kamu butuh konsentrasi penuh untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan tepat waktu. Sebenarnya, kendala ini bisa diatasi dengan mengandalkan fasilitas coworking space tanpa mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas di tempat umum.

Menghadapi Opini Orang Lain dengan Santai

Keputusan alih profesi menjadi freelancer juga tak bisa lepas dari opini orang lain yang masih awam tentang profesi tersebut. Tak sedikit orang yang mencibir freelancer karena dianggap sebagai pekerjaan yang tidak potensial. Meskipun sebenarnya tak sedikit freelancer yang sukses berkarier dan mampu meraih pencapaian lebih baik daripada karyawan kantoran.

Kini, apakah kamu benar-benar siap alih profesi jadi freelancer?

Apapun keputusanmu, pastikan kalau hal tersebut sudah dipertimbangkan secara matang dan benar-benar sesuai dengan keinginanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here