Tips Menyelamatkan Bisnis dari Resesi karena Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung beberapa bulan. Dampak buruknya sudah banyak dirasakan oleh banyak perusahaan. Sebagian pengamat ekonomi memperkirakan akan terjadi resesi akibat pandemi yang berkepanjangan ini. Sebagai pebisnis, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak dari adanya resesi karena pandemi?

Dampak yang paling dirasakan oleh pebisnis tentunya saja angka penjualan yang menurun. Baik disebabkan oleh adanya penetapan protokol kesehatan, maupun akibat menurunnya daya beli konsumen. Jika sampai terjadi resesi, maka situasi yang ada bisa bertambah buruk.

Untuk itu, sebagai pebisnis ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Baik sebagai pencegahan, maupun untuk mengatasi adanya resesi karena pandemi ini.

Mengevaluasi Biaya Produksi

Untuk menghasilkan produk, kamu tentunya membutuhkan pemasok bahan baku. Jika harga produk harus diturunkan karena permintaan yang menurun, mau tidak mau kamu tentunya harus menurunkan biaya bahan baku.

Untuk itu, kamu bisa menegosiasikan kembali harga pembelian dari supplier. Mintalah harga terbaik agar kamu tetap bisa memproduksi produkmu. Namun, saat bernegosiasi, cobalah untuk tetap menjaga hubungan baik dengan supplier yang selama ini sudah terbangun.

Jika kamu tidak bisa mendapatkan harga terbaik, kamu bisa mengurangi kapasitas produk. Selain harga bahan baku, ada baiknya kamu juga memangkas biaya-biaya produksi yang lain. Seperti, biaya listrik dan biaya gaji.

Baca Juga: Wow! Ini 5 Trik Mengurangi Biaya Produksi untuk Pebisnis Pemula

Restrukturisasi Saat Resesi karena Pandemi

Selain menyesuaikan gaji staf dan karyawan, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan restrukturisasi. Namun, lakukan restrukturisasi yang berorientasi pada efektifitas dan efisiensi. Semisal, dengan mengurangi jumlah karyawan atau mempersingkat proses produksi/layanan.

Tindakan ini mungkin tidak kamu inginkan, tapi agar perusahaan/bisnis bisa selamat dari resesi karena pandemi, mau tidak mau kamu harus melakukannya.

Restrukturisasi juga bisa dilakukan di sektor keuangan. Evaluasi kembali jumlah utang yang ada. Jika memungkinkan, lunasi utang sesegera mungkin. Untuk utang yang belum terbayar, lakukan negosiasi utang jika diperlukan.

Strategi Pemasaran di Masa Pandemi

Program pemasaran umumnya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Cobalah untuk mengevaluasinya. Adakah biaya pemasaran yang bisa dipangkas? Jika ada, lakukan penghematan. Jika perlu, tidak ada salahnya untuk menjalankan program pemasaran yang benar-benar baru.

Namun, tetap efektif menarik dan mengajak konsumen untuk melakukan pembelian. Semisal, dengan lebih menggalakkan program pemasaran online. Baik dari sisi kualitas, kuantitas dan variasinya.

Kolaborasi dengan Pebisnis Lain

Untuk bidang bisnis tertentu, kamu bisa melakukan kerjasama atau berkolaborasi dengan pebisnis lainnya. Dengan begini, kamu bisa mengurangi biaya produksi dan biaya pemasaran. Manfaat lain yang bisa didapatkan dari berkolaborasi yaitu kamu mendapatkan pangsa pasar yang baru. Hal ini tentunya menguntungkan dari sisi angka penjualan.

Selain itu, dengan berkolaborasi kamu bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dari pebisnis lainnya. Hal ini diperlukan, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Nah, kamu bisa menjalankan salah satu atau semua tindakan di atas. Tentunya, kamu harus menyesuaikan dengan jenis serta situasi dan kondisi bisnis yang kamu miliki. Sambil berharap semoga resesi karena pandemi tidak berubah menjadi krisis ekonomi yang berlarut-larut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here