Mau Sukses? Ada 2 Resep Berganti Karier dari Deany Jaghdour

Deany Jaghdour, VP of Strategies Pintek. (FOTO: dok. pribadi).

Pandemi COVID-19 mengharuskan kamu untuk berganti karier? Memang tidak mudah memulai karier baru di industri yang berbeda, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berganti karier pun dialami Deany Jaghdour, VP of Strategies Pintek. Dunia startup ia jelajahi setelah karier panjangnya di ranah pemerintahan di Australia. Untuk sukses berganti karier, menurut Deany ada beberapa poin yang harus dikuasai.

Berdasarkan pengalamannya ketika memutuskan untuk berganti karier ke dunia startup, ia menegaskan hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjaga kepercayaan diri. Kekhawatiran akan gagal di bidang industri baru wajar saja dialami pekerja yang baru berganti karier. Namun, fakta ia telah melewati proses interview dan diterima oleh perusahaan baru menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan. 

Ia menegaskan bahwa rekruter atau pihak manajemen tentu telah mempertimbangkan dengan matang ketika menerima karyawan yang berganti karier dengan latar belakang kerja yang berbeda. Pertimbangan yang diambil manajemen itu harus dijawab dengan etos kerja, terutama kemauan untuk memelajari hal-hal baru yang berhubungan dengan karier barunya.

“Ketika pindah karier, ada dua challenge. Yang pertama, dari diri sendiri. Kamu pasti melalui proses interview sebelum mendapatkan pekerjaan. Selalu ada alasan mengapa kita diterima kerja. Perusahaan telah mempertimbangkan bahwa karyawan baru ini akan melewati masa pembelajaran agar mampu melakukan pekerjaannya,” ujar Deany kepada Job-Like Magazine.

“Pasti ada keunggulan atau pengalamanmu yang menarik perhatian rekruter. Itu yang harus diingat. Mungkin kamu tidak 100 persen ahlinya, tapi itu normal saja karena kamu baru memulai pekerjaan baru. Jadi harus ingat mengapa kita di-hired. Itu suatu keberhasilan yang harus selalu diingat,” imbuhnya. 

Baca Juga: Mengubah Karier karena Pandemi? Tanyakan Ini Sebelum Memutuskan!

Tantangan kedua yang harus segera dikuasai ketika berganti karier adalah memelajari kemampuan baru agar segera menguasai pekerjaan dan tanggung jawab yang baru. Dalam poin ini, Deany menyarankan agar karyawan baru untuk tidak segan berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan menyerap semua ilmu yang bisa ia peroleh. Strategi ini juga yang ia terapkan ketika memulai kariernya di perusahaan rintisan atau startup.

Meski Pintek adalah startup kedua yang ia jalani setelah memutuskan untuk berganti industri karier, Deany merasa ia tetap harus banyak belajar. Karena kesuksesan tidak pernah terlepas dari rasa ingin tahu dan usaha untuk terus belajar. 

“Pastikan kamu membangun hubungan dengan semua orang. Gunakan momen sebagai orang baru untuk bertanya banyak hal. It’s ok if you do not know something. Ketika bergabung dengan Pintek, saya tidak pernah bekerja mengenai finance sebelumnya. Saya selalu bekerja mengenai strategi, cybers, dan teknologi. Tapi, saya mengidentifikasi orang-orang yang ahli di bidangnya dan saya berkomunikasi dengan mereka, seperti kembali belajar di sekolah, menyerap ilmu sebanyak mungkin lalu mengaplikasikannya,” tuturnya.

“Tak peduli di mana level kamu, apakah kamu intern, atau manajer, atau VP seperti saya, atau bahkan CEO, kita selalu bisa belajar dari satu sama lain. Kamu tidak pernah berhenti belajar. Saat ini mungkin kamu banyak bertanya, tapi suatu hari mungkin seseorang akan bertanya kepada kamu. Selalu ada timbal balik,” tambahnya. 

Deany Jaghdour Mandiri untuk Bekerja Sejak Usia 15 Tahun

Keuletan Deany untuk belajar akan hal baru selalu menjadi modalnya dalam meniti kesuksesan karier. Dalam perjalanan kariernya, Deany telah melewati beragam tantangan. Terlebih ia mulai terjun ke dunia kerja sejak usia 15 tahun. Perempuan yang besar di Australia ini sejak remaja memang telah mandiri mencari penghasilannya melalui pekerjaan kasual, seperti pelayan di restoran, kasir supermarket, dan customer service. 

Pengalamannya melamar pekerjaan, berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan, bahkan menjalani pekerjaan yang tidak sesuai passion-nya justru menjadi pelajaran berharga yang menghantar dirinya hingga ke kariernya sekarang ini. Ia menikmati proses pembelajaran yang dipetiknya dari pekerjaan yang berbeda-beda. 

“Di Australia wajar anak remaja usia 15 tahun bekerja part-time untuk nambah uang jajan. Saya sempat menjalani pekerjaan yang sangat tidak saya sukai, yaitu door-to-door sales. Saat itu saya berusia 17-18 tahun, saya tidak terbiasa dengan pekerjaan sales. Saya tidak bertahan lama, tapi saya belajar dari pengalaman itu. Saya belajar teknik sales dari training yang saya dapat. Sebenarnya ketika gagal justru kita belajar lebih banyak. Jadi, saya tidak menyesalinya,” ceritanya. 

“Saya juga belajar dari suami saya, Nabil Jaghdour, ia Chef asal Prancis. Ia belajar seni masak sejak usia 15 dan telah memimpin dapur di seluruh dunia. Ia mengajari saya nilai dari kegigihan, untuk selalu berpikir positif dan tidak berprasangka buruk, seperti tidak percaya diri atau gagal mencoba. Dan ia selalu melihat sisi baik dari setiap orang dan memuji bakat serta kemampuan, meski orang itu tidak menyadari bakat yang dimilikinya. Suami saya pemimpin terbaik yang saya kenal.”

Selain itu, Deany juga menegaskan untuk tetap menjadi diri sendiri. Dengan jujur kepada diri sendiri dan orang lain, maka proses belajar dan adaptasi pada lingkungan baru akan menjadi lebih lancar. Yang pasti, untuk sukses dalam sebuah perubahan diperlukan sebuah sikap.

It’s all about action, kamu harus bergerak dan berusaha. 

– Deany Jaghdour –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here