Agar Lolos Seleksi, Perlukah Berlatih Wawancara Kerja?

Seringkali kandidat karyawan merasa dirinya tidak perlu berlatih sebelum menjalani wawancara kerja. Salah satu alasannya, pertanyaan yang diberikan umumnya merupakan pertanyaan rutin yang mudah dihafal jawabannya. Alasan lainnya, kandidat merasa terlalu percaya diri dengan isi resumenya.

Namun, jika jawaban bisa dihafal, mengapa ada banyak kandidat karyawan yang merasa grogi saat melakukan wawancara kerja? Atau, meskipun isi resume mengesankan, mengapa kandidat karyawan tiba-tiba kehilangan rasa percaya diri saat berhadapan dengan rekruter?

Beberapa hal di atas terjadi karena kandidat karyawan tidak memiliki motivasi dan kesiapan mental. Kedua hal tersebut juga menentukan keberhasilan dari sebuah wawancara kerja lho. Oleh karena itu, berlatih wawancara kerja sebaiknya dilakukan sebelum kandidat benar-benar bertemu dengan rekruter yang mengundangnya.

Berlatih Wawancara Kerja dengan Mempersiapkan Mental

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih mental agar wawancara kerja sukses. Salah satunya, membuat mock up wawancara kerja. Mintalah teman atau saudara untuk berperan sebagai rekruter dan mengajukan pertanyaan yang biasanya ditanyakan.

Selanjutnya, jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jika wawancara dilakukan melalui sambungan telepon atau teleconference gunakan pula mock up wawancara kerja dengan telepon atau teleconference.

Dengan begini, terjadi interaksi antara kamu dengan lawan bicara. Adanya interaksi membuat suasana wawancara berbeda jika kamu berlatih wawancara kerja sendiri. Selanjutnya saat wawancara kerja dilakukan, anggaplah rekruter hanya sebagai teman atau saudara, sehingga kamu tidak merasa stres saat menjawab pertanyaannya.

Baca Juga: Sukses Wawancara Kerja: Jangan Tanyakan Pertanyaan Ini pada Rekruter

Berlatih Berpikir Positif

Berpikir positif juga bisa meningkatkan mental dan motivasi. Oleh karenanya, kamu perlu pula melatih kemampuan berpikir positif. Salah satu caranya, anggap saja wawancara kerja yang akan dilakukan sama seperti percakapan biasa.

Cara lainnya, kamu juga bisa melakukan affirmasi. Yakinkan dirimu bahwa kamu orang yang tepat untuk mengisi posisi yang ditawarkan.

Selain itu, agar punya rasa percaya diri yang tinggi, cobalah untuk memvisualisasikan wawancara kerja berjalan dengan lancar. Bayangkan dirimu bisa menjawab semua pertanyaan rekruter dengan jawaban yang tepat.

Mempersiapkan Jawaban yang Tepat

Selain pertanyaan yang rutin, rekruter juga akan memberikan pertanyaan yang tidak rutin. Pertanyaan yang tidak rutin dari rekruter biasanya berhubungan dengan perusahaan yang kamu lamar atau berhubungan dengan soft-skill yang kamu miliki.

Untuk itu, cobalah mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang perusahaan atau posisi yang kamu lamar. Semisal, produk atau jasa apa yang diproduksi. Atau, bagaimana produk atau jasa tersebut didistribusikan.

Selain itu, perbanyak pula informasi mengenai budaya dan cara kerja perusahaan. Pikirkan pula mengenai apa yang bisa kamu berikan bagi perusahaan, dan apa yang bisa kamu lakukan agar peran yang kamu jalankan bisa memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan.

Rekruter tentunya mencari kandidat karyawan yang memiliki kriteria yang dibutuhkan. Namun, seringkali rekruter membutuhkan kandidat yang antusias dengan posisi yang ditawarkan, meskipun kemampuan yang dimiliki terbatas. Oleh karena itu, selain berlatih wawancara kerja, kamu juga harus antusias dengan posisi yang kamu lamar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here