Cara Jitu Bertahan di Kantor Toxic, Biar Nggak Ganggu Kerja Nih!

Bertahan di kantor toxic dalam jangka waktu panjang jelas bukan hal mudah. Lingkungan kerja yang tidak sehat mau tidak mau sangat berpengaruh pada kinerja seseorang. Beban kerja saja sudah berat, apalagi ditambah dengan keadaan sekeliling yang tidak kondusif.

Namun, tidak semua karyawan bisa beruntung lekas keluar dari lingkungan tersebut dengan resign. Beberapa orang “terpaksa” harus bertahan di kantor toxic karena belum ada pilihan lain. Lalu, bagaimana cara menyikapi lingkungan tidak sehat tersebut?

Buat Batasan dengan Rekan Kerja

Beberapa rekan kerja sering memberikan dampak buruk bagi karyawan. Misalnya, si penggosip, si tukang telat, si penjilat, dan lain-lain. Cara mudah agar bisa bertahan di kantor toxic tersebut adalah dengan membikin batasan jelas dengan rekan-rekan tersebut.

Batasan yang dimaksud di sini adalah tetap bersikap profesional selama masih ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan fokus ke sikap rekan kerja yang tidak menyenangkan saja. Hindari kegiatan toxic yang bisa mengganggu konsentrasi kerja, contohnya bergosip tentang atasan.

Fokus ke Karier

Andai lingkungan tidak sehat rentan menurunkan semangat kerja, maka kembalilah ke tujuan berkarier. Fokuskan diri ke karier tanpa perlu memusingkan hal-hal yang sulit dikontrol. Ini satu-satunya jalan bisa bertahan di kantor toxic.

Jangan terbawa arus oleh situasi yang kurang menyenangkan hingga banyak pekerjaan tertunda. Pikirkan saja rencana-rencana untuk meraih karier di masa mendatang. Tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengeluhkan kondisi kantor yang tidak kondusif.

Baca Juga: 5 Cara Memainkan Politik Kantor yang Sehat, Biar Karier Kamu Moncer

Bangun Hubungan dengan Rekan Terpercaya Saja

Meski bertahan di kantor toxic memang terasa menyiksa, tetap saja seseorang butuh bersosialisasi dengan rekan kerja lain. Oleh sebab itu, penting sekali membangun relasi baik dan akrab setidaknya dengan satu atau dua rekan kerja.

Pertahankan hubungan pertemanan tersebut selama bekerja. Jika perlu, komunikasikan hal-hal yang mengganjal di hati dengan rekan terpercaya saja. Seseorang yang sudah tidak betah di kantor akan makin frustrasi andai tidak memiliki rekan untuk bercerita.

Cari Support System di Luar Kantor

Terakhir, temukan support system lain untuk menjaga mood dan semangat kerja. Tidak perlu sedih kalau merasa tidak punya teman bicara di kantor. Siapa tahu sahabat-sahabat di luar kantor bisa menjadi lingkungan terbaik untuk berbincang.

Bentuk support system ini beragam, bisa dari keluarga, teman, atau pun komunitas. Jadikan support system ini sebagai pelecut semangat bertahan di kantor toxic. Andai semua hal di kantor terasa menjemukan, ingatlah ada hal-hal di luar sana yang jauh lebih menyenangkan.

Bertahan di kantor toxic terkadang menjadi pilihan yang harus dijalankan. Daripada larut dalam kesedihan atau kekesalan, coba saja lakukan empat al di atas ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here