Mau Bisnis dengan Teman Tanpa Konflik? Yuk Pelajari 4 Aturan Mainnya

Bekerja di perusahaan besar dan menjadi karyawan bergaji fantastis bukanlah satu-satunya tujuan yang dicapai setelah menyelesaikan pendidikan. Membangun bisnis dengan teman menjadi salah satu alternatif yang bisa membuka pintu kesuksesan. Berbisnis memang bukanlah pilihan yang mudah, medan ini penuh risiko tapi cukup menjanjikan.

Di Indonesia sendiri, pelaku bisnis mulai meningkat. Pada tahun 2016, prosentase pelaku bisnis sekitar 1,6 persen, lalu di akhir 2017 melonjak hingga lebih dari 3,1 persen. Angka tersebut memang melampaui standar internasional sebanyak 2 persen, tapi masih lebih rendah dibandingkan Singapore dan Malaysia. Apalagi negara Amerika yang lebih dari 10 persen warganya memilih menjadi pengusaha.

Data tersebut menunjukkan besarnya peluang untuk membangun bisnis di era digital ini. Mengajak teman untuk memulainya bukanlah sesuatu yang salah. Banyak bisnis-bisnis besar di Indonesia yang dimulai dengan teman dan berhasil. Namun sebelum memulainya, ada baiknya kamu memahami aturan main berbisnis dengan teman untuk menghindari konflik.

Mengenal Etika dan Profesionalitas Kerja

Tanyakan hal ini sebelum kamu memutuskan untuk bisnis dengan teman sendiri: “Apakah kamu siap menerima kekurangan satu sama lain?”. Memilih rekan bisnis layaknya memilih pasangan, kamu harus tahu karakter dan cara kerjanya sebelum menyelam di laut yang sama.

Mengenal etika dan profesionalitas kerja satu sama lain adalah langkah awal untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mulai dengan pengalaman kerja masing-masing, cara menyelesaikan konflik, hubungan dengan tim atau anggota organisasi. Kamu akan mulai melihat apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan rekan bisnismu, dan sebaliknya.

Menentukan Porsi Peran dan Tanggung Jawab

Hanya ada satu pemimpin dalam tim. Sama halnya dalam bisnis hanya ada satu CEO. Menentukan porsi yang harus kamu dan rekan bisnis emban menjadi hal terpenting yang harus dibicarakan sebelum memulainya lebih jauh.

Menentukan peran dan tanggung jawab dalam membangun bisnis secara terperinci adalah kunci sukses para pelaku bisnis sukses. Porsi yang jelas akan mempermudah kamu dan rekan bisnis dalam mencapai business goals secara individu dan secara tim.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Sampingan Saat WFH untuk Menambah Pemasukan

Menyamakan Frekuensi

Membangun bisnis dengan teman terdengar menyenangkan, tapi sangat risky. Tak sedikit bisnis yang hancur sebelum sukses karena hubungan bisnis yang tak sehat karena ikatan pertemanan membuat bisnis menjadi suatu arena bermain. Penting bagi kamu untuk menyetel frekuensi yang sama, menentukan bisnis seperti apa yang akan dibangun.

Apakah hanya sekedar fun atau the real business? Selain itu temukan visi dan misi pada frekuensi yang sama. Karena hal ini menjadi awal untuk merancang strategi bisnis yang tepat, memiliki tujuan jangka panjang dan profitable.

Komitmen is a Must!

Poin terakhir yang tak kalah penting adalah komitmen! Perlu di garis bawahi jika bisnis bukanlah sesuatu yang dilakukan tanpa keringat dan air mata. Kamu perlu memegang komitmen, karena membangun bisnis dengan teman bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Kesiapan mental menjadi salah satu yang perlu dipersiapkan sebelum kamu mulai membangun bisnis dengan teman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here