Penting! Ini Cara Menceritakan Kisah Karier Anda Saat Interview Kerja

Salah satu pertanyaan penting yang terlontar di sesi wawancara kerja adalah bagaimana pelamar kerja menceritakan kisah karier mereka. Rekruiter tentu ingin mengetahui sejarah karier Anda untuk disesuaikan dengan visi, misi, dan tantangan yang ada di perusahaannya.

Apa saja kisah yang harus Anda ceritakan? Anda bisa membicarakan mengenai pekerjaan sebelumnya, pencapaian, almamter, gaya bekerja, kegiatan berorganisasi dan lain-lain. Nah, terkadang kisah yang diceritakan pelamar kerja malah membuat rekruiter bosan. Bagaimana cara menjual kisah Anda secara utuh tanpa terdengar membosankan?

Begini Cara Menceritakan Kisah Karier Tanpa Membuat Sang Pewawancara Bosan

Berceritalah dengan Penuh Passion

Saat menceritakan kisah karier, ada satu hal yang perlu Anda ingat:HRD dan perekrut tertarik melihat passion kandidat. Jadi, jangan hanya sekadar mengatakan Anda tertarik di bidang tersebut, tetapi mulai ceritakan kisah Anda alasan ketertarikan berkerja di bidang ini dan bagaimana ketertarikan itu muncul.

Sertakan juga detail pribadi mengenai mengapa Anda memilih karier ini. Misalnya, bila pekerjaan ini menuntut kemampuan berorganisasi, Anda bisa mengisahkan pengalaman berorganisasi. Pengalaman yang Anda ceritakan bisa menghantar Anda menjadi manajer proyek sangat cocok bagi Anda.

Seperti pernyataan Maya Angelou, orang akan lupa apa yang Anda katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa perasaan yang Anda timbulkan ketika mendengar kisah Anda. Jika HRD bisa terhubung dengan Anda secara emosional karena kisah berkesan Anda, maka Anda akan jadi mudah diingat.

Ceritakan Pengalaman yang Relevan

Setelah menceritakan kisah karier bagaimana awal mula ketertarikan Anda di pekerjaan bidang ini, lanjutkan dengan menceritakan pengalaman yang relevan. Anda harus mampu menceritakan gol, pencapaian, dan transisi untuk setiap peran Anda.

Ini akan membuat rekruiter mampu melakukan tiga hal, yakni memahami bagaimana persepsi Anda terhadap arah karier, menata dasar pertanyaan-pertanyaan follow-up yang berkualitas, dan menilai kemampuan berkomunikasi dan kemampuan Anda untuk memberikan struktur pada pertanyaan yang sebenarnya terbuka.

Baca Juga: Jangan Sampai Gagap saat Menjawab Pertanyaan Interview Kerja, Ini Strateginya!

Namun, berhati-hatilah, jangan mengulang apa yang sudah tercantum pada resume. Jangan sekedar menceritakan kisah karier secara kronologis seperti yang sudah Anda tulis. Gunakan pendekatan top-down. Maksudnya, tentukan narasi apa yang ingin Anda katakan, definisikan bab-bab penting dalam karier Anda, lalu sebutkan pencapaian-pencapaian kunci dari sejarah karier Anda yang bisa membuktikan narasi tersebut.

Hubungkan Titik-Titik dari Kisah Anda

Kini hubungkan kembali mengapa Anda tertarik pada posisi tersebut dan bagaimana Anda bisa menguntungkan perusahaan tersebut. Namun, Anda harus merefleksikan diri dan melakukan riset untuk tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan dan apa yang diinginkan oleh perusahaan.

Untuk memudahkan penyampaian Anda di depan rekruiter, ada baiknya Anda menuliskan pertanyaan-pertanyaan penting di sebuah kertas dan menemukan jawaban yang tepat, lalu berlatih bagaimana penyampaiannya.

Anda bisa belajar dari beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apa yang menarik dari pekerjaan tersebut?
  • Bagian mana dari pekerjaan yang membuatnya terdengar menyenangkan?
  • Apa yang membuat Anda melamar pekerjaan itu?
  • Mengapa perusahaan itu?
  • Bagaimana misi ini sesuai dengan nilai-nilai Anda?

Dan, jangan lupa ceritakan juga mengapa Anda kandidat yang istimewa untuk posisi ini.

Semoga sukses!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here