Bagaimana Menulis CV yang Menarik HRD? Ini Tips Generali Indonesia

Windy Julia Kristina, Talent Acquisition & Internship Management Head Generali Indonesia. (Foto: dok. pribadi)

Kesempatan kerja yang setara bagi pekerja pemula atau lulusan baru adalah salah satu prioritas Generali Indonesia. Sejak tahun 2018, Generali Indonesia fokus memberikan peluang kerja melalui program internship. Selain itu, perekrutan karyawan usia muda atau milenial juga gencar dilakukan. Target membangun karyawan generasi milenial juga didukung Generali Indonesia melalui pelatihan-pelatihan online seputar persiapan memasuki dunia kerja.

Untuk itu, dalam acara Talk With Binusian, sebuah webinar yang bertemakan online counseling yang diadakan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS), Generali Indonesia memberikan konseling daring mengenai “Tips dan Trik CV & Interview by Online” kepada alumni atau mahasiswa tingkat akhir BINUS beberapa waktu silam. Konseling daring ini dipandu oleh Windy Julia Kristina, Talent Acquisition & Internship Management Head Generali Indonesia.

Melalui konseling daring ini, Windy memberikan beberapa trik yang sebaiknya dilakukan pencari kerja pemula atau fresh graduate ketika melamar pekerjaan. Terutama, trip menulis CV atau resume yang menarik perhatian HRD pada tahap penyeleksian awal. Apa saja trip yang bisa memenangkan perhatian rekruter ketika melihat CV kamu?

Pertama, Windy menegaskan pentingnya untuk menulis CV sesuai dengan format yang tepat, yaitu kronologis informasi-informasi yang akan dicantumkan. Ia menyarankan untuk mengawali CV dengan data diri seperti nama, gelar profesi, dan detail kontak berupa kota tempat tinggal, nomor telepon genggam, dan alamat email.

Baca Juga: Incar Pekerja Milenial, Proses Rekrutmen Generali Indonesia Banjir Benefit

Informasi data diri tersebut diikuti dengan profil diri berupa pernyataan diri atau personal statement. Poin ini penting karena akan memudahkan rekruter untuk menilai secara singkat dan cepat mengenai profil kandidat. Namun, poin ini acap tidak diperhatikan oleh kandidat, terutama oleh fresh graduate

“Perlu diperhatikan juga, bukan berarti satu personal statement digunakan untuk semua posisi. Tetapi tergantung dari posisi yang akan dilamar. Jadi, disesuaikan personal statement tersebut dengan lowongannya. Jangan mengirim satu CV untuk semua posisi,” bilang Windy.

Setelah personal statement, Windy memaparkan poin berikutnya dalam urutan menulis CV, yaitu pengalaman kerja. Penyusunan pengalaman kerja yang tepat adalah diawali dengan pekerjaan terkini, lalu diikuti pekerjaan di tahun-tahun sebelumnya. Dalam poin pengalaman kerja, kandidat juga wajib untuk memaparkan peran dan tanggungjawab yang ia emban pada setiap pekerjaan. 

Windy menggarisbawahi pentingnya detail peran dan tanggungjawab, dilengkapi dengan pencapaian selama bekerja pada perusahaan tersebut. Pasalnya, poin ini akan mempermudah rekruter untuk menilai kemampuan dan pengalaman kandidat. Lalu, bagaimana dengan kandidat yang belum berpengalaman kerja seperti fresh graduate?

“Bagi fresh graduate tentu sulit bersaing dengan yang telah berpengalaman, tapi mereka bisa mencantumkan rekaman internship atau kegiatan berorganisasi sebagai pengganti pengalaman kerja. Karena itu, ikutilah program internship agar segera mendapatkan pekerjaan meski masa kuliah belum tamat,” ujarnya.

Poin berikutnya yang harus dicantumkan dalam menulis CV setelah pengalaman kerja adalah latar belakang pendidikan. Ada alasan mengapa latar belakang pendidikan dicantumkan setelah pengalaman kerja, yaitu karena hal pertama yang dinilai HRD dari kandidat adalah kemampuan dan pengalamannya di dunia kerja. Namun, bukan berarti latar belakang pendidikan tidak penting, ya!

Kepada peserta konseling daring, Windy menganjurkan untuk tetap “menjual diri” melalui prestasi di dunia pendidikan. Untuk itu, nilai indeks prestasi atau GPA penting untuk disertakan dalam CV. Dalam format penulisannya, Windy menjelaskan sebaiknya kandidat menuliskan dengan lengkap tahun mulai kuliah hingga berakhirnya. Ia juga menyarankan untuk hanya mencantumkan latar pendidikan terakhir, tidak perlu mencantumkan riwayat pendidikan dari TK.

Baca Juga: Ini 3 Skill Penting bagi Karyawan Fresh Graduate di Generali Indonesia

Selanjutnya, Windy menjelaskan informasi lainnya yang bisa memikat rekruter, yaitu daftar kemampuan yang dimiliki kandidat, baik hard skill maupun soft skill. Kandidat juga bisa mencantumkan hobi dalam CV, namun Windy menegaskan hobi tersebut harus relevan dengan posisi yang tengah dilamar.

Poin-poin yang telah dipaparkan di atas adalah informasi penting yang harus dicantumkan kandidat dalam CV. Selain itu, ada informasi tambahan yang dicantumkan atau tidak dicantumkan, misalnya foto diri, usia dan data keterangan lahir, agama, dan status. 

“Itu hanya poin tambahan, bukan wajib. Beberapa perusahaan tidak mempermasalahkan agama kandidat, jadi tergantung perusahaannya. Nah, yang tidak boleh dicantumkan dalam CV adalah data pribadi seperti kartu keluarga, KTP, dan NPWP. Data-data pribadi ini hanya diberikan bila sudah melewati tahap berikutnya dan memang diminta oleh interviewer. Jangan cantumkan juga informasi gaji. Informasi ini akan diberikan ketika proses wawancara,” jelasnya.

Dengan menerapkan format menulis CV yang tepat, peluang untuk mendapatkan panggilan wawancara kerja akan semakin besar. Namun, bukan berarti kandidat hanya harus fokus pada proses awal penulisan CV, dan tidak mempersiapkan proses wawancara dengan benar. Ya, menurut Windy, ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika mendapatkan panggilan wawancara kerja agar berjalan lancar.

Meski kandidat telah memaparkan dengan detail informasi dirinya dalam CV, kandidat tetap harus menjelaskan dengan lebih rinci mengenai dirinya pada sesi wawancara, terutama mengenai hal-hal yang belum tertulis dalam CV. Selain itu, persiapkan juga beberapa pertanyaan yang akan diajukan kandidat kepada rekruter. Mengapa kandidat harus berbalik bertanya?

Interviewer tentu ingin melihat seberapa besar minat kandidat kepada perusahaan yang dilamar. Karenanya, lakukan riset mengenai perusahaan, berita-berita yang terkait dengan perusahaan, job descriptionnya. Persiapkan beberapa pertanyaan untuk interviewer,” bilangnya.

“Kalau kamu melakukan online interview, kamu bisa siapkan cheat sheet atau contekan berisi pertanyaan atau jawaban atas pertanyaan umum dalam wawancara. Bisa dimaklumi kandidat pasti gugup saat wawancara, tapi pastikan jawaban itu memang relevan dengan kemampuan kamu,” imbuhnya.

Sudahkah kamu mempersiapkan diri serta CV yang tepat dan menarik untuk dikirim ke perusahaan impianmu? Cek lagi CV kamu, segeralah perbaiki bila masih ada kekurangan. Nah, bila kamu tertarik untuk mengirimkan CV ke Generali Indonesia, klik tombol di bawah untuk mengenal lebih dekat dengan Generali Indonesia.

Gabung Generali Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here