Tips Hidup Harmonis dengan Pasangan Workaholic

Memiliki pasangan workaholic atau gila kerja beresiko merusak hubungan rumah tangga. Baik itu suami, maupun istri. Bagi kamu yang masih berpacaran, punya pasangan yang gila kerja juga bisa merusak hubungan percintaanmu. Tapi, itu bukan berarti kamu tidak bisa hidup harmonis dengan pasangan yang workaholic lho.

Untuk memenuhi kebutuhan finansial, tidak jarang seseorang harus bekerja lebih keras atau lebih lama dari orang lain. Hal ini membuatnya menjadi workaholic. Bahkan, seorang workaholic bisa merasa tidak nyaman jika tidak bekerja.

Di sisi lain, seorang workaholic umumnya tidak punya banyak waktu bagi orang lain. Termasuk pasangan atau keluarganya. Hal ini tentunya membuat hubungan keluarga menjadi tidak harmonis. Nah, kalau kamu punya pasangan yang workaholic, berikut ini tips yang bisa kamu terapkan.

Saling Terbuka dengan Pasangan Workaholic

Bagi yang memiliki pasangan workaholic, konflik biasanya terjadi kalau ada masalah yang muncul. Namun, seringkali masalah yang ada tidak diungkapkan pada pasangan. Alasannya tentu untuk menghindari konflik. Hal ini harus dihindari.

Bagi pasangan yang salah satunya workaholic, masalah sebaiknya harus diutarakan dan dibicarakan secara terbuka. Agar, keduanya bisa mencari pemecahan masalahnya. Selain itu, jika masalah bisa diselesaikan sesegera mungkin, maka keduanya bisa menghindari masalah lebih besar yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Perbedaan Workaholic dan High Performer, Kamu Tipe yang Mana?

Mengingatkan Pasangan yang Workaholic pada Tanggung Jawabnya

Seorang workaholic bukan hanya seringkali lupa waktu. Namun, ia juga sering lupa pada kewajiban atau tanggung jawab lain diluar pekerjaannya. Kalau punya pasangan yang seperti ini, maka sebaiknya kamu mengingatkan bahwa ia juga punya kewajiban di keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya konflik lebih jauh. Terlebih jika kamu sudah memiliki anak.

Selain itu, kamu juga sebaiknya mengingatkan hal-hal yang lebih detail mengenai pekerjaan atau kegiatan pasangan. Pasalnya, hal-hal mendetail juga mudah sekali terlupakan.

Menetapkan Jadwal dan Aturan

Kalau punya pasangan yang workaholic, ada baiknya kamu mendiskusikan jadwal pekerjaan, kegiatan dan pembagian peran. Hal ini penting karena bisa saja kamu yang melupakan tanggung jawab meskipun sebenarnya bukan kamu yang workaholic. Selain itu, tetapkan juga aturan agar jadwal yang sudah dibuat bisa dijalankan dengan baik. Semisal, saat waktu makan atau sedang berbicara tidak boleh lagi sambil memegang ponsel.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah komunikasi. Baik kamu maupun pasangan sebaiknya selalu mencoba menjalin komunikasi. Di zaman modern ini, teknologi semakin memudahkan siapa saja untuk membangun dan menjalin komunikasi dengan lebih baik dan lebih sering. Tidak hanya audio, kamu juga bisa berkomunikasi secara visual. Jadi, yuk manfaatkan kecanggihan teknologi untuk berkomunikasi dengan pasangan yang workaholic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here