Tips Investasi untuk Pemula biar Nggak Salah Kaprah

Investasi untuk para pemula bisa dibilang cukup susah. Pasalnya, investor pemula kadang kurang memiliki ilmu yang cukup sebelum memutuskan berinvestasi. Bahkan, belakangan ini banyak sekali orang-orang yang rugi besar saat berinvestasi karena hanya mengejar keuntungan besar.

Bentuk dari investasi sendiri sangat beragam. Mulai dari reksa dana, peer-2-peer lending, emas, hingga saham. Investor tidak bisa sembarangan menentukan produk investasi tanpa memahami faktor risiko dari masing-masing instrumen.

Berikut ini beberapa tips yang bisa jadi patokan investasi untuk para pemula. Lakukan tiga hal ini sebelum memutuskan menaruh semua aset di instrumen investasi ya!

Menentukan Tujuan Berinvestasi

Pada dasarnya, investasi merupakan “kendaraan” untuk mencapai sebuah tujuan keuangan. Oleh sebab itu, para investor haruslah memiliki tujuan jelas dalam berinvestasi. Baik itu dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Investasi untuk pemula dijamin aman jika dia memiliki tujuan yang sangat spesifik. Maksudnya, ada nominal target yang diinginkan, rentang waktu untuk mencapainya, serta memilih instrumen yang cocok. Jangan sekali-sekali mencoba investasi hanya karena ikut-ikutan atau iseng semata.

Cermati Imbal Hasil dan Risikonya

Setelah menentukan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah mencermati imbal hasil beserta risiko dari suatu produk investasi. Sesuaikan produk yang dipilih dengan tujuan keuangan. Misalnya, untuk persiapan dana pensiun 20 tahun lagi bisa memanfaatkan reksa dana saham atau pun saham.

Instrumen investasi untuk pemula sebaiknya tidak hanya melihat imbal hasil besar saja. Ingat, semakin besar imbal hasil yang ditawarkan, maka risikonya pun semakin tinggi. Pertimbangkan profil risiko juga agar instrumen yang dipilih tepat dan tidak rentan menimbulkan stres.

Baca Juga: Tips Mengawali Investasi di Reksa Dana, Harus Pahami Hal Ini Dulu!

Mulai secara Bertahap

Kemudian, investasi untuk pemula haruslah dilakukan secara bertahap. Mulai dari nominal kecil dulu, baru setelah itu berani menginvestasikan lebih besar. Bahkan, sebisa mungkin pilihlah instrumen paling minin risiko terlebih dahulu.

Andai belum berani berinvestasi di pasar modal secara langsung, investor bisa memulainya dari reksa dana. Misalnya, coba dulu di reksa dana pasar uang, kemudian ke pendapatan tetap atau campuran. Setelah paham medannya, barulah beralih ke reksa dana saham atau pun saham.

Investasi untuk para pemula tidak boleh dilakukan sembarangan. Sumber dana untuk investasi juga harus cukup dan bukan dari uang operasional sehari-hari. Saat bijak memulai langkah investasi, bukan tidak mungkin semua tujuan keuangan pun dapat terpenuhi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here