5 Tips Kampanye Digital Marketing agar Bisa Low Budget High Impact

Kampanye digital marketing merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan menjual produk. Namun tidak semua pebisnis mampu melaksanakan kampanye digital marketing dengan efektif dan efisien.

Melakukan kampanye digital marketing haruslah low budget high impact. Maksudnya, hasil kampanye yang didapatkan sebanding dengan bujet kampanye yang sudah dikeluarkan. Jika hal itu tidak tercapai, maka bisa dibilang kampanye yang dilakukan sudah gagal. Hal ini tentu sangat disayangkan.

Agar sebuah kampanye digital marketing bisa low budget high impact, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Menentukan Audiens yang Tepat

Sebelum menjalankan kampanye digital marketing ada baiknya pebisnis menentukan audiens atau segmen pasar yang tepat. Salah dalam menentukan audiens bisa membuat bujet kampanye jadi membengkak.

Segmentasikan audiens berdasarkan kategori psikografi, demografi dan geografi. Psikografi merupakan segmentasi berdasarkan preferensi atau gaya hidup. Demografi merupakan segmentasi berdasarkan usia, gender, tingkat penghasilan atau status keluarga. Sedangkan geografi merupakan segmentasi berdasarkan lokasi atau tempat tinggal.

Tentukan Platform yang Tepat

Karena kampanye yang dijalankan adalah digital marketing, maka sebagai pebisnis kamu harus memilih platform digital yang tepat untuk menjalankan kampanye tersebut. Buat kamu yang punya bujet kampanye terbatas, memilih platform yang tepat menjadi kunci efektivitas dan efisiensi. Apakah kamu hanya menggunakan Facebook, atau juga menggunakan TikTok untuk mengkampanyekan produk/jasa kamu?

Bagaimana dengan tampilan laman situs? Apakah kamu sudah mengoptimalkan SEO di laman situs yang kamu miliki?

Baca Juga: Microblog: Strategi Baru Memanfaatkan Media Sosial untuk Popularitas Bisnis

Konten untuk Kampanye Digital Marketing

Setelah memilih platform digital yang akan digunakan, kamu juga harus membuat konten yang menarik. Maksudnya, konten yang dibuat harus bisa meningkatkan brand awareness dan bisa mengajak audiens untuk melakukan pembelian.

Konten digital marketing juga harus relevan dengan audiens. Selain itu, konten yang dibuat harus bisa memancing interaksi. Sehingga, kamu bisa menjalin kedekatan dengan audiens. Konten digital marketing yang dibuat bisa berbentuk visual, audio, atau audio-visual.

Mendistribusikan Konten

Agar kampanye kampanye yang dilakukan bisa sukses, kamu harus cermat dalam mendistribusikan konten. Tidak semua konten bisa disiarkan di platform digital. Semisal, konten dalam format visual akan lebih efektif jika diunggah di Instagram dan Facebook dibandingkan di Twitter.

Dalam melakukan pendistribusian konten kamu juga harus memperhatikan bujet kampanye yang tersedia. Semisal, apakah kamu akan menggunakan Google Ads? Jika ya, apakah Google Ads lebih efektif dibandingkan Facebook Ads?

Kamu tentunya juga bisa menggunakan Google Ads dan Facebook Ads secara bersamaan jika bujet yang dimiliki cukup.

Evaluasi Kinerja Kampanye Digital Marketing

Sebuah kampanye digital marketing bisa dibilang sukses jika bujet kampanye yang digunakan bisa meningkatkan awareness dan penjualan. Untuk bisa mengetahui hal ini, kamu harus mengevaluasi kinerja kampanye yang dilakukan.

Dengan evaluasi kinerja, kamu juga bisa mengetahui platform digital mana yang paling efektif mendatangkan traffic, mana yang tingkat engagement nya tinggi dan mana yang menjaring pembeli.

Selain itu, efektivitas bujet iklan yang dikeluarkan juga bisa diketahui. Apakah Google Ads yang dibuat lebih efektif, atau Facebook Ads lebih banyak menarik minat pembeli?

Dengan mengetahui hasil evaluasi kinerja kampanye yang dilakukan, kamu bisa melakukan perbaikan jika ingin ingin melakukan kampanye di waktu yang akan datang.

Beberapa hal di atas harus diperhatikan jika kamu ingin hasil kampanye digital marketing yang dilakukan bisa efektif dan efisien. Dalam hal ini jumlah bujet yang dikeluarkan bisa sebanding dengan hasil yang didapatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here