Tips Kerja Tetap Efektif dan Produktif selama Remote Working

Bekerja remote selama pandemi COVID-19 tetapi tetap produktif? Bisa kok. Untuk menjaga tim agar tetap produktif selama remote working, ada beberapa tips yang bisa diterapkan menurut Angga Pratama, Senior Agile Coach dari Ekipa, seperti yang ia paparkan dalam webinar “Beyond Work from Home” beberapa waktu lalu yang digelar oleh Agile Circles Indonesia dan The Corporate Startup, dan didukung oleh Job-Like.com.

Justru menurut Angga, sistem remote working bisa meningkatkan produktivitas dan membuka lebih lebar peluang kerja di masa depan. Bayangkan ketika sistem remote working menjadi budaya kerja baru maka setiap pekerja berkesempatan untuk melakukan pekerjaan untuk perusahaan manapun, bahkan perusahaan asing dari lintas negara.

Nah, untuk membangun pondasi remote working yang produktif, para profesional harus melakukan beberapa perubahan dalam kebiasaan bekerja. Pertama, Angga menekankan pentingnya untuk memiliki OKR (Objective and Key Result) sebagai alat untuk mengukur performa kerja selain KPI (Key Performance Indicator). 

Baca Juga: Apa Untungnya Digital Transformation dalam Bisnis Perusahaan?

Mengapa OKR penting agar tetap produktif selama remote working? OKR merupakan metode untuk menentukan tujuan atau target kerja tim dan tolak ukur (metrik) yang mengukur pencapaian tersebut. OKR disusun untuk rencana kerja pendek, yaitu biasanya per tiga bulan. Dengan menetapkan OKR, setiap anggota tim bisa memahami tujuan kerjanya dan akan terpacu untuk mencapai tujuannya tersebut dalam durasi yang telah ditentukan.

“OKR erat kaitannya dengan bisnis goal, jadi OKR fokus dengan pekerjaan tim. Hal ini sangat penting, terutama ketika bekerja remote, agar setiap orang memahami goal kerjanya meskipun tidak hadir secara fisik di kantor. Bekerja di manapun menjadi tidak masalah karena setiap karyawan sudah paham apa yang harus dituju,” jelas Angga. 

Lebih lanjut Angga menjelaskan bahwa penerapan OKR akan melahirkan transparansi kerja karena metode OKR mendorong untuk memvisualisasikan semua pekerjaan. Setiap anggota tim bisa melihat pekerjaan yang tengah dilakukan oleh rekannya dan bagaimana progres kerjanya. Transparansi ini menjadi poin penting agar setiap karyawan tetap produktif selama remote working

Tips berikutnya yang disarankan Angga adalah membentuk micro team atau tim kecil yang beranggotakan 2-4 orang. Menurutnya, sebuah tim kecil akan mendorong setiap anggotanya untuk memberikan kontribusinya lebih optimal. Selain itu, micro team juga lebih mudah dikelola untuk bekerja lebih cepat dan efektif.

“Bentuk grup kecil yang memiliki ketertarikan yang sama untuk mencapai tujuan kerja. Grup kecil ini harus bisa mengelola dirinya masing-masing karena ketika bekerja remote akan jarang bertemu. Grup yang kecil biasanya memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar untuk menuntaskan pekerjaannya,” ujar Angga. 

Angga juga menekankan perlunya dilakukan perubahan sistem kerja dari push system menjadi pull system. Untuk lebih produktif selama remote working, seorang leader tidak lagi seharusnya menerapkan push system dengan memberikan mandat kerja kepada timnya. Sebaiknya, ia mempraktikkan pull system, yaitu setiap anggota tim menentukan sendiri pekerjaan yang akan ia lakukan sehingga beban kerjanya tidak berlebih. 

Dengan konsep pull system, pemimpin akan membangun rasa percaya kepada anggota timnya. Sehingga gaya kepemimpinan micromanaging yang acap menjadi kendala dalam bekerja bisa diredam. Sebaliknya, pemimpin mendorong timnya untuk berani mengambil keputusan dan menghadapi risiko atas keputusan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here