Tips agar Tetap Kompak Meski Dipimpin Atasan Milenial

Sebuah perusahaan umumnya memiliki karyawan dari berbagai latar belakang. Baik agama, ras, latar belakang dan usia. Karenanya, sangat mungkin sebuah divisi atau tim dipimpin oleh seorang milenal. Bagi karyawan senior atau yang usianya lebih tua, dipimpin atasan milenial bisa mendatangkan masalah tersendiri.

Jika dibiarkan, masalah yang terjadi bisa mengarah pada sebuah konflik. Jika konflik muncul maka maka suasana kerja menjadi tidak nyaman. Akibatnya, tujuan atau target tidak bisa tercapai.

Jika kebetulan kamu dipimpin oleh atasan milenial, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar suasana kerja selalu bisa kondusif.

Menjaga Sikap Positif pada Atasan Milenial

Berbagai penelitian menyimpulkan, karyawan yang dipimpin oleh atasan milenal seringkali menjadi mudah marah. Selain itu, mereka juga menjadi mudah takut atau khawatir. Agar suasana kerja bisa tetap nyaman, kamu harus bisa merubah kedua perasaan tersebut menjadi hal yang positif.

Salah satu caranya yaitu dengan menempatkan dirimu di posisi atasan. Bayangkan saat kamu seusianya dan sedang dipercaya memimpin sebuah tim. Kamu tentunya ingin agar karyawan yang dipimpin bisa mengikuti arahanmu bukan?

Beradaptasi dengan Kepemimpinan Atasan Milenial

Seringkali karyawan yang lebih senior merasa tahu segalanya. Terlebih jika sudah banyak pengalaman yang dimilikinya. Namun yang sering dilupakan, perubahan hampir selalu terjadi. Situasi saat ini bisa berbeda dengan situasi di masa lalu.

Oleh karenanya, kamu harus bersedia beradaptasi dan mengadopsi cara-cara atau kebiasaan baru. Pasalnya, milenial seringkali menggunakan cara-cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan atau menyelesaikan masalahnya.

Baca Juga: Dilema Karyawan Milenial yang Sering Jadi Penyebab Stres

Mau Belajar dan Mengembangkan Kemampuan

Agar bisa lebih mudah mengadopsi cara-cara yang baru, kamu harus mau memelajari hal-hal yang baru pula. Namun yang sering terjadi, karyawan yang dipimpin oleh atasan milenial tidak bersedia meluangkan waktunya untuk mempelajari hal-hal yang baru.

Jika ini terjadi, kamu tentunya tidak bisa mencapai kualitas pekerjaan yang diinginkan. Kamu juga tidak mampu memecahkan masalah yang lebih kompleks dari yang pernah ditemui sebelumnya.

Fokus pada Peran Masing-Masing

Senioritas sering membuat karyawan bertindak diluar kewenangannya. Hal ini tentu membuat karyawan menjadi tidak fokus. Sebaliknya, sebagai karyawan yang lebih senior, kamu bersikap dewasa dengan menjalankan posisi atau peranmu. Jika kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang diinginkan, maka hal tersebut bisa menjadi teladan bagi rekan-rekan kerja yang lain.

Nah, selain beberapa hal di atas, kamu juga sebaiknya menjaga perkataan. Meski usianya lebih muda, ia adalah atasanmu. Kamu tetap harus menghargainya. Dengan begitu, kamu dan atasan milenial yang memimpin tim tetap bisa menjaga kekompakan dalam bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here