Pahami Konsep Soft Selling Ini agar Konsumen Tertarik pada Produkmu

Konsep soft selling mulai banyak diusung perusahaan dalam memasarkan produk mereka. Perkembangan zaman juga menuntut kreativitas baru agar bisa membuat konten yang menarik. Bukan hanya untuk penjualan, melainkan juga branding.

Lalu, konsep soft selling seperti apa sih yang sebaiknya dipahami perusahaan? Kalau kamu berkarier di bidang ini, ada baiknya baca ulasan singkat berikut ini ya.

Lakukan Riset Pasar Dulu

Sebelum membuat konten, riset pasar adalah hal pertama yang wajib dilakukan. Dalam konsep soft selling, sebuah konten haruslah menjawab pertanyaan atau masalah konsumen. Bagaimana mau membuat konten yang baik jika kamu sendiri belum paham kebutuhan pasar?

Cari subjek apa yang membuat konsumen tertarik. Jangan buru-buru memberi solusi lewat produkmu, tetapi rasakan juga masalah konsumen. Dengan begitu, kamu dapat ikuti alur berpikir dan memahami keinginan konsumen.

Buat Konten dengan Kesan Personal

Setelah ide konten didapat, jangan lupa libatkan konsumen dalam konten tersebut. Kegelisahan konsumen harus menjadi tokoh utama di sana. Ya, kunci penting dari konsep soft selling adalah rasa empati yang dituangkan dalam storytelling.

Bayangkan, konsumen merasa memiliki “teman” setelah menikmati konten yang dibuat. Membawa kehidupan konsumen dalam sebuah konten berpotensi menarik hati mereka dalam membeli produk. Pastikan tiap orang yang menikmati kontenmu meninggalkan kesan personal yang mendalam.

Baca Juga: Mengapa Teknik Soft Selling Lebih Efektif bagi Pemasaran Modern?

Berikan Nilai pada Produk

Hati konsumen sudah mampu digaet, lalu bagaimana dengan kesiapan produkmu? Sebisa mungkin buatlah sebuah nilai berharga dalam produk yang akan diingat terus oleh konsumen. Jangan biarkan produkmu hanya sebatas barang dengan merk tertentu dan bertujuan untuk dijual saja.

Misalnya, perusahaanmu menjual produk sepatu. Temukan nilai berharga yang membuatnya berbeda dibandingkan merk sepatu lainnya. Kamu bisa bawa nilai-nilai perjalanan ke dalam produk sepatu untuk memikat hati konsumen.

Pertimbangkan Suara dan Kebutuhan Konsumen

Hal paling penting dalam konsep soft selling adalah selalu mendengarkan konsumen. Sebagus apa pun produk perusahaanmu, semua akan sia-sia jika kebutuhan konsumen tidak digubris. Masukan dari konsumen sangat penting untuk dijadikan bahan pengembangan produk.

Ingat, sebuah produk dibuat untuk menjawab masalah konsumen. Jangan sampai kebutuhan dan keinginan konsumen justru diabaikan. Saat perusahaan mampu memberikan perhatian yang tepat untuk konsumen, maka loyalitas konsumen pun otomatis terbentuk.

Semoga info mengenai konsep soft selling ini berguna dalam karier atau bisnismu. Yuk, makin banyak gaet konsumen lewat soft selling ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here