Cold Calling: Meningkatkan Penjualan dengan Panggilan Telepon

Sebagai pemilik bisnis tentunya kamu harus meningkatkan profit dengan cara meningkatkan penjualan. Salah satu caranya dengan melakukan aktivitas cold calling.

Cold calling merupakan aktivitas menghubungi konsumen atau calon pelanggan secara langsung. Umumnya aktivitas ini dilakukan lewat panggilan telepon. Selain itu, dilakukan secara one on one, alias tidak ada kehadiran konsumen lain saat kamu melakukannya.

Saat berbicara dengan konsumen, kamu bisa menyampaikan beragam informasi. Semisal, informasi diskon atau informasi produk baru. Selain itu, juga bisa menawarkan produk/jasa yang kamu miliki.

Untuk bisa menghubungi konsumen, terlebih dahulu kamu harus memiliki data konsumen atau data pelanggan. Data ini bisa didapatkan lewat kegiatan pengumpulan data yang sudah kamu lakukan. Jika data konsumen sudah tersedia, kamu bisa memulainya dengan menerapkan beberapa tips berikut ini:

Menentukan Waktu Cold Calling yang Tepat

Agar bisa berbicara dengan calon konsumen/pelanggan, kamu tentunya harus menelepon di waktu yang tepat. Salah satu waktu yang bisa dipilih saat pagi hari. Pasalnya, kemungkinan konsumen belum beraktivitas terlalu banyak meskipun sudah berada di kantor atau tempat kerjanya.

Kamu juga bisa melakukan cold calling setelah makan siang. Di waktu-waktu tersebut konsumen umumnya sedang bersantai.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan, konsumen lebih bersedia meluangkan waktunya untuk berbicara pada pukul 3 hingga 5 sore. Nah, kamu juga bisa memilih waktu ini untuk menghubungi konsumen.

Memilih Calon Konsumen Potensial

Tidak semua calon konsumen harus dihubungi. Pilih konsumen yang sekiranya potensial. Terutama jika kamu melakukan cold calling untuk melakukan penawaran. Hal ini bisa berdasarkan perilaku pembeliannya, usianya, lokasi tempat tinggal atau profesinya.

Jika kamu menghubungi konsumen yang tidak potensial itu sama saja kamu membuang-buang waktunya. Dengan menghubunginya, kamu juga berarti membuang-buang waktumu.

Baca Juga: Cari Tahu Keinginan Konsumen dengan Metode Riset Pasar Ini

Mempersiapkan Skrip Sebelum Melakukan Cold Calling

Tidak jarang kamu hanya punya waktu sedikit untuk bisa membagikan banyak informasi pada calon konsumen. Untuk menyiasatinya, kamu bisa mempersiapkan skrip berisi hal-hal atau poin penting yang akan kamu sampaikan.

Kamu juga bisa menuliskan secara lengkap apa-apa yang akan kamu katakan. Dimulai dari saat calon konsumen menerima panggilan telepon hingga sebelum kamu menutup telepon.

Hanya saja, gunakan skrip hanya untuk memudahkan kamu mengingat apa yang ingin disampaikan.

Bersiap untuk Ditolak

Tidak semua panggilan telepon yang kamu lakukan akan diterima dengan terbuka. Untuk itu, kamu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi penolakan.

Terimalah penolakan dengan baik dan cari tahu alasannya. Jika konsumen menolak karena belum tahu banyak tentang produk/jasa yang kamu tawarkan, mintalah waktu untuk menjelaskannya.

Dalam hal ini, kamu harus mempersiapkan diri dengan data dan fakta. Semisal, data penjualan atau testimoni pelanggan. Sehingga konsumen bersedia meluangkan waktunya lebih lama.

Nah, setelah kamu menyampaikan informasi kepada semua calon konsumen, jangan lupa untuk mencatat seberapa banyak konsumen yang bersedia berbicara, seberapa banyak yang bersedia melakukan pembelian, dan lain-lain.

Data semacam ini akan kamu perlukan untuk menetapkan target penjualan di lain waktu. Selain itu, kamu juga bisa mengukur tingkat keberhasilan cold calling yang kamu lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here