Tips Membangun Bisnis Rumahan untuk Karyawan

Tidak semua karyawan mendapatkan gaji atau penghasilan yang cukup untuk bisa ditabung. Sebagian karyawan malah harus berutang untuk mencukupi kebutuhan bulanannya. Membangun bisnis rumahan merupakan salah satu cara untuk mengatasi kedua hal tersebut.

Seperti namanya, bisnis rumahan dilakukan di rumah, di kontrakkan atau di tempat kos. Dengan begini, kamu tidak perlu mengeluarkan modal tambahan untuk lokasi bisnis. Selain itu, kamu bisa mengontrol jalannya bisnis dengan mudah. Pasalnya, sebagai karyawan kamu tentu punya keterbatasan waktu.

Di sisi lain, masih banyak karyawan yang gagal saat berbisnis rumahan. Akibatnya, alih-alih mendapatkan penghasilan tambahan, yang ada justru menambah hutang.

Nah, buat kamu yang sekarang masih berstatus karyawan tapi ingin memiliki bisnis rumahan. Beberapa tips ini bisa kamu terapkan.

Pilih Jenis Bisnis Rumahan yang Sesuai Kemampuan

Jika memutuskan untuk membangun bisnis rumahan, kamu tentunya akan memulai bisnis ini dari nol, bukan? Karenanya, ada baiknya kamu memilih jenis bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau hobi. Sehingga, kamu tidak butuh waktu terlalu lama mempelajari seluk beluk bisnis tersebut.

Selain itu, kamu akan lebih ringan mengurus segala sesuatunya. Ingat, kamu juga masih bekerja sebagai karyawan. Artinya, kamu masih harus membagi waktumu untuk pekerjaan utama dan keluarga.

Gunakan Modal Pribadi

Jenis bisnis rumahan yang kamu pilih mungkin membutuhkan modal agar bisa berjalan lancar. Untuk modal, ada baiknya menggunakan modal pribadi. Hindari berutang agar kamu lebih mudah mengelola keuangan bisnismu. Selain itu, keuangan bisnis juga tidak terbebani dengan adanya hutang yang harus dilunasi.

Bagi kamu yang belum punya modal. Cobalah untuk menabung terlebih dahulu. Kamu juga bisa menjual aset yang tidak lagi diperlukan untuk mendapatkan modal.

Selain modal berupa kas atau uang, ada baiknya jika kamu juga memiliki modal dalam bentuk lain. Dalam hal ini skill dan network.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha? Ini Alasan Crowdfunding Layak Dipertimbangkan

Buat Bujeting Sederhana

Mengatur keuangan bisnis tidak jauh berbeda dengan mengatur keuangan rumah tangga. Karenanya, kamu juga harus melakukan bujeting. Meskipun dengan cara yang sederhana.

Dengan bujeting kamu bisa mengetahui keadaan keuangan bisnismu. Apakah kamu sedang mendapatkan untung, sedang merugi atau impas. Bujeting juga membantu dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis. Semisal, apakah kamu harus menambah bahan baku, atau harus mengurangi bujet marketing.

Selain itu, bujeting berguna sebagai acuan jika kamu memutuskan untuk mengembangkan bisnis.

Bujet Bisnis vs Bujet Rumah Rumah Tangga

Meski jenis bisnismu adalah bisnis rumahan, cobalah untuk memisahkan bujet bisnismu dari bujet rumah tangga. Dalam hal ini, akan lebih baik jika kamu menggunakan dua jenis rekening tabungan, yaitu tabungan rumah tangga dan tabungan bisnis. Selain itu miliki pula dana darurat untuk bisnis.

Dengan memisahkan bujet rumah tangga dengan bujet bisnis, kamu akan lebih mudah mengelola keduanya. Selain itu, kamu juga memastikan kas dari gaji/penghasilan tidak tercampur dengan kas dari keuntungan bisnis.

Pangsa Pasar dan Pemasaran

Banyak pemilik bisnis rumahan yang gagal karena salah dalam memilih pangsa pasar dan program pemasaran. Oleh karenanya, pilihlah segmen yang tepat untuk produk yang kamu tawarkan.

Selanjutnya, buatlah program promosi yang sesuai dengan segmen yang dituju. Semisal, jika segmen yang dituju berusia lanjut, ada baiknya menggunakan promosi dari mulut ke mulut. Jika segmen yang dituju berusia muda, gunakanlah kanal media sosial. Selain itu, tidak ada salahnya mempertimbangkan penggunaan marketplace online untuk meningkatkan penjualan.

Terakhir, kamu harus enjoy dalam menjalankan bisnis rumahan yang dibangun. Hadapilah segala kendala bisnis yang ada dengan kepala dingin. Agar, bisnis yang dibangun bisa berkembang, seiring dengan perkembangan kariermu sebagai seorang karyawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here