Selamatkan Bisnismu dengan Strategi Berkolaborasi, Begini Caranya

Stop the meeting, start collaborating. Strategi berkolaborasi menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas kerja di tengah situasi pandemi COVID-19. Tak hanya itu, strategi berkolaborasi juga bisa menyelamatkan perusahaan atau bisnis kamu yang terkena dampak negatif karena COVID-19. Apa faktor yang menjadikan kolaborasi lebih efektif dibandingkan meeting? Agile Coach Ekipa, Angga Pratama, bersama COO Ekipa, Ranco Kraaijenbrink, membeberkan pentingnya kolaborasi dalam sesi webinar pada beberapa hari silam. 

Dalam webinar “Stop the Meeting, Start Collaborating” yang digelar bersama Agile Circles dan The Startup Corporate, serta Job-Like sebagai media partner, Angga menjelaskan strategi berkolaborasi akan melahirkan ide dan solusi yang beragam dari setiap anggota. Berbeda dengan meeting atau rapat yang biasanya berjalan hanya satu arah, yaitu mendengarkan presentasi dari pemimpin rapat.

Karena akan memaparkan idenya dalam media kolaborasi, maka persiapan yang dilakukan para anggotanya lebih matang. Mereka akan datang ke sesi kolaborasi dengan mengantongi ide atau solusi untuk didiskusikan bersama, lalu menentukan keputusan atau langkah yang tepat bagi organisasi tersebut.

Baca Juga: Tantangan Mengubah Struktur Organisasi Konvensional Menjadi Agile

Sementara dalam proses meeting, persiapan matang biasanya hanya dilakukan oleh pemimpin meeting atau seseorang yang telah dijadwalkan untuk menyampaikan presentasinya. Alhasil, para anggota lainnya bersikap pasif sebagai pendengar topik presentasi.

Pentingnya melakukan kolaborasi untuk melahirkan strategi bisnis atau kerja yang tepat, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini juga ditegaskan Ranco. Ia memberikan contoh perbandingan meeting menggunakan presentasi PowerPoint dengan kolaborasi Jamboard.

Presentasi yang disusun berbentuk slide PowerPoint tidak memberikan interaksi dan menutup kemungkinan untuk lahirnya ide atau solusi baru. Sementara Jamboard mengajak setiap anggota untuk menuangkan ide dan opininya pada board atau kotak-kotak yang telah dibagi sesuai dengan tujuannya. 

“Ketika menggunakan PowerPoint, kamu berusaha untuk mengontrol cerita, atau solusi. Kamu membungkam para anggota lainnya karena kamu sudah memiliki solusi atau ide yang tertuang pada slide tersebut. Tapi, menggunakan kotak-kotak kolaborasi, kamu mengajak para anggota untuk berbagi ide, lalu menunjukkan langkah yang paling diprioritaskan atau yang prioritasnya lebih rendah,” ujar Ranco. 

Baca Juga: Ini Pentingnya Mindset Agile Dimiliki Setiap Pribadi dalam Berkarier

Ini Langkah-Langkah dalam Mempraktekkan Strategi Berkolaborasi

Contoh kolaborasi virtual dengan tim menggunakan Jamboard dalam webinar Ekipa “Stop the Meeting, Start Collaborating”.

Kepada para peserta webinar, Angga dan Ranco mengajak untuk mempraktekkan strategi berkolaborasi secara virtual. Para peserta dibagi ke dalam tim-tim dengan metode “1-2-4-all” di liberating structure. Apa metode “1-2-4-all”? Pertama, setiap individu menyiapkan ide atau opininya, lalu ia dipertemukan dengan satu individu lain untuk berdiskusi. Keduanya kemudian dipertemukan dengan dua orang lainnya untuk berdiskusi lebih luas dalam satu tim. Terakhir, tim ini akan berdiskusi lagi dengan tim-tim lain yang juga beranggotakan empat orang.

Melalui metode ini, para peserta webinar diminta untuk membagi solusi yang lahir menjadi solusi yang paling diprioritaskan dan kurang diprioritaskan ke dalam dua kotak. Proses kolaborasi ini mulai dari saling menuangkan ide, mendiskusikannya, hingga eksekusi menempatkan ke dalam dua kotak berbeda merupakan strategi yang lebih efisien dan efektif dalam merumuskan permasalahan. 

“Tulis solusi-solusi tersebut di kotak-kotak yang berbeda, ada kotak prioritas utama dan ada yang kurang diprioritaskan. Melalui sesi ini, kamu dilatih untuk mind mapping dengan menyiapkan ide untuk didiskusikan. Setelah mind mapping, kamu akan berbicara dengan yang lain untuk melahirkan ide yang lebih luas dan jamak. Lalu, hasilnya disebarkan ke setiap anggota,” jelas Angga. 

Nah, mulailah untuk mempraktekkan strategi berkolaborasi alih-alih menghabiskan waktu untuk meeting. Dengan berbagi ide dan opini, serta mendiskusikannya maka permasalahan yang sedang dihadapi oleh organisasi atau bisnis kamu akan lebih mudah dan cepat untuk diatasi.

Jadi, yuk stop the meeting, start collaborating! Jangan lewatkan juga webinar Ekipa berikutnya hasil kerjasama antara Agile Circles dan The Startup Corporate, serta didukung oleh Job-Like.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here