Mampukah Kamu Menarik Hati HRD pada Awal Proses Rekrutmen?

sumber: content.personal.de

Proses rekrutmen selalu dimulai dari tahap screening oleh HRD. Untuk bisa lolos dari tahap awal ini, kamu bisa bayangkan harus bersaing dengan ratusan pelamar lainnya. Pertanyaannya, bagaimana cara kamu untuk bisa lolos di awal proses rekrutmen dan sukses menarik hati HRD lewat lamaran yang kamu kirim?

Dalam Proses Rekrutmen, HRD Selalu Menomorsatukan CV

Sehebat apa pun kamu, semua akan sia-sia kalau CV yang kamu buat tidak menarik. Ingat, HRD hanya butuh waktu beberapa detik untuk memutuskan mau membaca CV kamu atau tidak. Jadi, pastikan CV yang kamu kirim tidak biasa-biasa saja agar HRD mau meliriknya.

Sekarang kamu dapat dengan mudah menemukan banyak contoh template CV yang bagus di internet. Ingat juga untuk menyesuaikan desain CV yang kamu buat dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Tidak semua pekerjaan butuh CV yang kreatif ya, jadi jangan asal membuat CV terlalu ramai tanpa memerhatikan posisi yang kamu lamar.

Tidak Ada Waktu Menganggur yang Muncul di CV

HRD juga cukup detail saat menyeleksi CV calon karyawan. Pengalaman kerja menjadi salah satu poin penting dalam proses rekrutmen. Bahkan, beberapa HRD sangat peduli pada waktu bekerja yang dicantumkan di CV.

HRD kurang suka pada kandidat dengan waktu menganggur cukup lama. Oleh sebab itu, pastikan kamu isi waktu tunggu kamu dengan kegiatan yang bermanfaat, entah bekerja lepas atau komunitas. Meski belum punya pekerjaan, pasti ada hal-hal lain yang bisa kamu kerjakan sembari menunggu pekerjaan.

Baca Juga: 5 Situs Ini Membantumu Membuat CV Menarik, Patut Dicoba Nih!

HRD Makin Yakin Melanjutkan Proses Rekrutmen Jika Ada Portfolio

Ada juga HRD yang lebih suka memproses kandidat dengan pengalaman cukup baik dan melampirkan portfolio. Hal ini penting kamu lampirkan karena HRD butuh diyakinkan soal kemampuan kerjamu. Kalau potfolio milikmu baik, HRD pasti lebih mudah meloloskanmu di tahap screening.

Selagi masih muda, buatlah karya atau proyek yang bisa kamu tabung untuk portfolio. Bagaimana pun juga, bekal kemampuan dengan bukti portfolio mempermudahmu mendapatkan pekerjaan.

Bukan Hanya Portfolio, HRD Perlu Diyakinkan Juga dengan Referensi

Kamu bisa lolos proses rekrutmen di tahap awal jika menyertakan beberapa referensi ke dalam CV. HRD bisa mengecek kebenaran data yang kamu tampilkan dengan mengkonfirmasinya kepada kontak referensi yang dicantumkan.

Selain itu, HRD akan lebih yakin jika referensi yang kamu cantumkan juga merekomendasikan kamu sebagai kandidat yang baik. Coba deh untuk memasukkan beberapa referensi ke dalam CV, siapa tahu bisa berguna.

Zaman Sekarang Proses Rekrutmen HRD Butuh Mengenal Kandidat Lewat Media Sosial

Tahukah kamu kalau mencantumkan akun media sosial juga menjadi pertimbangan sendiri bagi HRD? Dalam menyeleksi kandidat masa kini, HRD juga bisa “kepo” akun media sosial pelamar. Ini akan menjadi bahan pertimbangan tersendiri di tahap screening.

Coba cek dulu apakah akun media sosialmu sudah cukup “aman” untuk dilihat oleh HRD? Ingat, medis sosial bisa mencerminkan dirimu secara tidak langsung. Pastikan kamu cukup bijak dalam bermedia sosial ya.

Semoga kamu bisa melalui tahap di setiap proses rekrutmen dengan baik ya. Tetap semangat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here