Ini Cara Perusahaan Mencegah PHK bagi Karyawan Kala Pandemi

Mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran tentu tengah diperjuangkan para pengusaha. Beberapa perusahaan tidak serta merta memecat para karyawan di tengah pandemi COVID-19 ini. Meski angka pengangguran semakin naik, bukan berarti perusahaan tidak berusaha untuk tetap mempertahankan para karyawan.

Perusahaan harus tetap menjaga keseimbangannya, begitu pula dengan kesejahteraan karyawan. Berikut beberapa langkah dari perusahaan untuk mencegah PHK. Kira-kira berapa lama kondisi seperti ini dapat bertahan?

Demi Mencegah PHK, Perusahaan Terlebih Dulu Memangkas Gaji dan Fasilitas Eksekutif

Jika perusahaan masih tetap memilih opsi untuk mempertahankan semua karyawan, maka harus ada yang “berkorban” demi itu. Jajaran eksekutif pastinya mengalami penurunan gaji, penghapusan tunjangan, hingga pengurangan fasilitas. Hal ini dilakukan perusahaan demi menjaga karyawan dengan level lebih rendah.

Selain jajaran eksekutif, biasanya para manajer juga terkena dampaknya. Bisa jadi gaji manajer juga mengalami penurunan meski tunjangan lain masih bisa didapat. Intinya, perusahaan butuh “mengorbankan” sektor lebih besar agar PHK besar-besaran tidak terjadi.

Baca Juga: Kena PHK Massal? Intip 4 Tips Mengatur Keuangan Selama Pandemi

Kebijakan Mengurangi Jam Kerja Karyawan Diterapkan Saat Pandemi

Cara lain untuk mencegah PHK adalah dengan mengurangi jam kerja karyawan. Bagi perusahaan yang memiliki karyawan harian (gaji dibayar berdasarkan jumlah jam kerja), kebijakan ini cukup membantu perusahaan dalam mempertahankan karyawan. Alternatif ini biasanya diterapkan di pabrik yang memiliki jumlah karyawan cukup banyak.

Tentu saja para karyawan harian menjadi yang paling terkena dampak kebijakan ini. Otomatis pendapatan bulanan mereka akan turun. Setidak-setidaknya ini satu-satunya cara terbaik yang dilakukan perusahaan di masa krisis.

Memangkas atau Menghapuskan Jam Lembur Dapat Membantu Mencegah PHK

Saat perusahaan sudah menerapkan kebijakan work from home, para karyawan bisa lebih leluasa bekerja tanpa perlu datang ke kantor. Inilah kesempatan perusahaan untuk lebih memaksimalkan sistem kerja para karyawan. Apalagi komunikasi pun menjadi serba terbatas via chat atau video call.

Perusahaan bisa memanfaatkan momen ini untuk memangkas jam lembur karyawan. Bahkan, bukan tidak mungkin pula benar-benar menghapus jam lembur. Jadi, perusahaan sedikit bisa bernapas lega karena beban untuk membayar jam lembur karyawan bisa berkurang banyak.

Perusahaan Mencegah PHK Massal dengan Bergiliran Merumahkan Karyawan

Jika opsi-opsi tadi belum juga mampu “menyelamatkan” keuangan perusahaan, maka inilah cara terakhir yang bisa dilakukan. Perusahaan tetap harus melakukan PHK ke karyawan, tetapi tidak sekaligus. Beberapa karyawan akan terkena giliran untuk dirumahkan.

Sebelum melakukan kebijakan ini, perusahaan harus cermat dalam menentukan mana karyawan yang harus dipertahankan dan yang tidak. Sebisa mungkin karyawan yang masih punya satu visi dan mau berjuang bersama perusahaan harus dipertahankan. Meski terasa pahit saat harus merumahkan sebagian karyawan, ada kalanya cara ini benar-benar harus dilakukan.

Perusahaan-perusahaan masih berjuang untuk mencegah PHK hingga sekarang. Semoga situasi sulit ini lekas usai dan kita bisa bernapas lega kembali ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here