Bagaimana Cara Terbaik Menceritakan Alasan Resign Saat Wawancara Kerja?

Punya pengalaman kerja tak selalu membuat proses wawancara jadi lebih lancar. Justru tak sedikit orang yang sulit menceritakan alasan resign sebab hal tersebut dapat mempengaruhi penilaian tim rekrutmen. Kamu tentu tak mau dianggap kurang profesional karena memaparkan cerita yang kurang tepat.

Namun, sebenarnya kamu tak perlu terlalu resah. Menceritakan alasan resign tak akan memperkecil peluang diterima kerja jika kamu melakukannya dengan cara yang tepat.

Meyakinkan Pewawancara Bahwa Kamu Tak Bermasalah

Ketika menceritakan alasan resign, kamu wajib meyakinkan tim pewawancara kerja bahwa kamu tidak mengalami masalah di tempat kerja lama. Kamu harus menjelaskannya secara tenang tanpa kesan menggebu-debu. Beberapa jawaban profesional yang bisa kamu katakan antara lain:

“Saya memilih resign karena ingin mencoba tantangan kerja baru di bidang lain.”

“Perusahaan tidak memperpanjang kontrak kerja saya karena ingin memberikan kesempatan bagi saya untuk berkarier di tempat lain. Kemampuan kerja saya selama ini dianggap sudah menjadi bekal yang cukup.”

“Bidang pekerjaan baru ini adalah bagian dari passion saya sehingga saya tergugah untuk merintis karier baru.”

Agar lebih meyakinkan, kamu juga bisa melampirkan portofolio atau bukti pencapaian lainnya ketika bekerja di perusahaan lama.

Baca Juga: Langsung Kerja Setelah Resign Memang Idaman, Bagaimana Caranya?

Menceritakan Alasan Resign Tanpa Menjelek-jelekkan Siapa Pun

Kamu tak boleh menjelek-jelekkan siapa pun saat menceritakan alasan resign. Walaupun mungkin saja kamu resign karena kewalahan dengan karakter bos, rekan-rekan kerja yang saling sikut, atau politik tak sehat di tempat kerja.

Menjelek-jelekkan perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya hanya akan membuat kamu dianggap kurang profesional dan tidak mampu menjunjung etos kerja yang baik. Anggapan ini rentan membuat kamu gagal diterima kerja di perusahaan baru.

Umbar Masalah Gaji Juga Bukan Alasan Resign yang Bijak

Sebaiknya kamu juga tak menyebut soal masalah gaji sewaktu menceritakan alasan resign, misalnya resign dari tempat kerja lama karena gaji terlalu kecil. Hal tersebut membuat kamu dipandang sebagai calon karyawan yang hanya berorientasi pada uang.

Kendati demikian, kamu tetap harus berjuang mendapatkan gaji lebih besar di tempat kerja baru karena kamu punya kemampuan kerja yang memadai.

Alasan Pribadi Juga Tak Perlu Diungkapkan

Salah satu hal penting lainnya yang patut kamu simpan saat menceritakan alasan resign adalah masalah pribadi. Misalnya, kamu resign karena desakan pasangan atau ingin mulai fokus membangun bisnis sampingan. Simpanlah alasan-alasan pribadi tersebut sebab kamu harus memilih alasan lain yang lebih profesional dan masuk akal.

Sekarang, kamu bisa mencoba menceritakan alasan resign yang logis sebelum benar-benar mengungkapkannya dalam sesi wawancara kerja. Niscaya kamu akan segera mendapatkan pekerjaan baru bila bisa menampilkan kesan profesional di perusahaan tempat melamar kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here