5 Cara Jitu Mengambil Hati Bos Baby Boomer, Kamu Wajib Banget Tahu!

Generasi milenial dan Z kini sedang mendominasi dunia kerja. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa bos baby boomer juga masih menjadi puncak pimpinan bisnis. Terutama bisnis keluarga yang dijalankan secara turun-temurun selama puluhan tahun.

Tak sedikit generasi muda yang beranggapan bahwa menghadapi bos baby boomer itu sulit karena kecenderungan sifatnya yang konservatif. Namun, kesulitan tersebut tak akan terlalu mengganggu kariermu jika kamu bisa melakukan lima cara berikut ini untuk mengambil hati si bos:

Menunjukkan Sikap Disiplin Secara Konsisten

Banyak generasi muda yang dianggap tidak profesional karena kurang disiplin saat bekerja. Kedisiplinan memang menjadi salah satu hal yang sangat dijunjung tinggi oleh bos baby boomer. Oleh sebab itu, kamu harus menunjukkan sikap disiplin secara konsisten di hadapan atasanmu tersebut.

Buktikan bahwa kamu adalah salah satu generasi muda yang mampu bersikap disiplin dan profesional untuk urusan pekerjaan. Mulailah dari hal-hal kecil misalnya masuk kerja tepat waktu, mengajukan izin sebelum tidak masuk kerja, dan berbicara secara sopan dengan si bos.

Baca Juga: OK Boomer: Sindiran untuk Generasi Senior yang Keras Kepala

Membangun Hubungan Secara Langsung

Bos baby boomer tentu tak seperti generasi penerusnya yang lebih suka berkomunikasi via chat atau email. Jadi, alangkah lebih baik jika kamu sering berinteraksi dengan si bos secara langsung. Jangan ragu menemui atasanmu tersebut ketika dia sedang punya waktu senggang.

Diskusi langsung membuat atasan lebih mudah memahami maksud baik dan profesionalitasmu. Hubungan dengan atasan yang usianya jauh lebih senior pun akan jadi lebih menyenangkan.

Menghindari Sikap Menggurui

Untuk urusan teknologi dan hal-hal baru lainnya, biasanya bos baby boomer memang bisa dibilang agak tertinggal. Namun, bukan berarti kamu boleh bersikap sok tahu dan menggurui.

Sebaiknya kamu memberikan bantuan ketika kamu diminta melakukannya. Cobalah menyampaikan pemahaman secara perlahan-lahan pada atasanmu agar dia lekas mengerti dan menghargai bantuanmu.

Menyampaikan Ide Secara Personal

Usia yang sudah sangat senior jelas membuat bos baby boomer ingin dihargai oleh semua bawahannya. Jadi, sebaiknya kamu pun menyampaikan ide-ide pekerjaan secara personal saat beraktivitas bersama si bos.

Jangan buat atasanmu malu karena kamu menyampaikan ide-ide brilian pada momen yang kurang tepat, misalnya saat rapat bersama rekan-rekan kerja lainnya.

Meminta Saran dari Atasan

Semua atasan pasti merasa dihargai jika ada bawahannya yang meminta saran pada momen yang tepat, termasuk bos baby boomer. Jangan ragu meminta saran darinya karena atasanmu pasti sudah memiliki pengalaman yang belum pernah kamu rasakan. Tunjukkan kalau kamu sangat menghargainya dan ingin mempelajari banyak hal untuk mendukung profesionalitas kerja.

Kesimpulannya, kamu harus senantiasa sabar ketika menghadapi bos baby boomer. Jangan mengganggu senioritasnya agar kamu pun bisa berkarier dengan nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here