Jadi Boros Gara-Gara Pandemi? Mungkin Kamu Harus Melakukan Ini

Sejatinya, siapapun bisa menghemat banyak uang di masa pandemi seperti ini. Karena, protokol kesehatan yang ditetapkan memaksa kita untuk lebih banyak tinggal di rumah. Selain itu, kebiasaan bepergian dan makan diluar rumah juga berkurang. Tapi, kamu juga bisa jadi boros gara-gara pandemi lho.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Terlalu lama berdiam diri didalam rumah bisa membuat seseorang menjadi bosan. Akibatnya, banyak orang yang melampiaskannya pada hal-hal yang bisa membuat kondisi keuangan tidak sehat. Semisal, membeli barang dan makanan secara online secara berlebihan.

Saat kebosanan memuncak, pelampiasan juga biasanya dilakukan dengan melakukan perjalanan wisata. Harapannya, dengan melakukan perjalanan wisata, rasa bosan atau stres akan hilang. Tapi, dengan melakukan perjalanan wisata, bujet bulanan justru semakin banyak terpangkas.

Nah, bagaimana agar kamu bisa berhemat di masa pandemi ini? Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan.

Menegosiasikan Harga Sewa

Tentu saja agar kamu tidak menjadi boros gara-gara pandemi, kebiasaan-kebiasaan diatas harus dikurangi. Tapi, ada juga hal lain yang bisa dilakukan. Salah satunya, menegosiasikan harga sewa. Hal ini bisa dilakukan oleh kamu yang saat ini tinggal di rumah kos atau kontrakan. Dengan membayar harga sewa yang lebih murah dari sebelumnya, kamu jadi punya uang lebih untuk ditabung.

Buat kamu yang saat ini sedang berbisnis, kamu juga bisa menegosiasikan harga sewa lokasi usaha. Agar, kamu bisa menabung dan menyelamatkan bisnis dari efek negatif yang ditimbulkan oleh pandemi.

Baca Juga: Briefcase Technique: Trik Bernegosiasi agar Keinginan Dipenuhi

Terapkan The Rule of 85%

Siapapun bisa membuat rencana keuangan. Tapi, tidak semua orang bisa menjalankannya. Salah satu penyebabnya yaitu, jika uang belum terkumpul sejumlah yang diharapkan, rencana itu batal diwujudkan. Semisal, kamu berencana berinvestasi sejumlah Rp30 juta. Dana investasi berasal dari uang tabungan investasi. Tapi, karena jumlah tabungan belum mencapai Rp30 juta, kamu menunda untuk berinvestasi.

Dengan adanya penundaan semacam ini, dana tabungan yang tadinya direncanakan untuk diinvestasikan bisa terpakai untuk keperluan lainnya.

Nah, agar tidak terjadi penundaan atau pembatalan rencana keuangan, kamu bisa menerapkan the rule of 85%. Yaitu, jika jumlah uang untuk mewujudkan rencana keuangan sudah mencapai 85 persen, kamu seharusnya sudah bisa menjalankan rencana itu. The rule of 85% juga bisa kamu terapkan untuk rencana-rencana keuangan yang lainnya.

Lakukan Otomatisasi untuk Menghindari Boros Gara-Gara Pandemi

Otomatisasi bukan hanya bisa mempersingkat waktu lho. Lebih dari itu, dengan otomatisasi kamu bisa menghindari pemborosan gara-gara pandemi. Salah satu caranya dengan melakukan pendebitan otomatis pada rekening untuk berbagai macam pembayaran.

Semisal, pembayaran kartu kredit, asuransi, tagihan bulanan dan lain-lain. Dengan begini, mau tidak mau kamu harus melakukan penghematan karena bujet yang ada sudah langsung dikurangi secara otomatis.

Pemangkasan Biaya Produksi dan Tagihan Bulanan

Buat kamu yang saat ini sedang berbisnis, ada baiknya kamu mengevaluasi kembali biaya produksi yang ada. Lakukan pemangkasan jika dirasa perlu. Dengan adanya pemangkasan, biaya produksi diharapkan tidak meningkat. Walhasil, penghasilan yang didapat dari penjualan tidak berkurang. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang menjalankan bisnis sampingan diluar pekerjaan utama.

Buat kamu yang tidak berbisnis, meluangkan lebih banyak waktu di rumah bisa membuat tagihan bulanan melonjak lho. Karenanya, kamu harus melakukan penghematan. Semisal, penggunaan listrik, air ataupun kuota internet harus dibatasi semaksimal mungkin.

Nah, dengan melakukan beberapa hal di atas, kamu bisa mempertahankan penghasilan dan tidak menjadi boros gara-gara pandemi. Kamu juga jadi bisa menabung untuk mewujudkan rencana-rencana keuanganmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here