Tips Mengatasi Stres bagi Fresh Graduate, Jaga Hati Tetap Tenang Ya!

Stres bagi fresh graduate belakangan sering muncul seiring terbatasnya lapangan pekerjaan saat pandemi. Banyak sarjana lulus, tapi tidak bisa langsung bekerja. Beberapa perusahaan justru malah harus mengurangi karyawan.

Tahun 2020 ini memang cukup berat bagi para fresh graduate. Sebagian dari mereka sempat stres atau frustrasi karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Lalu, bagaimana ya cara mengatasi stres para fresh graduate tersebut?

Menerima Rasa Sedih dan Kecewa

Merasa sedih dan kecewa karena masih menganggur adalah hal yang sangat wajar. Jadi, fresh graduate sangat disarankan untuk menerima perasaan-perasaan tersebut. Tidak perlu berpura-pura selalu kuat atau bahkan menolak rasa sedih dan kecewa.

Menerima emosi-emosi yang muncul memudahkan seseorang untuk bisa mengelola kondisi hatinya. Rasa stres fresh graduate bisa diminimalisasi dengan penerimaan diri ini. Baru setelah itu mereka bisa berpikir lebih jernih dalam mengelola emosi.

Tidak Membandingkan Diri dengan Teman Lain

Meski kondisi sekarang sulit mendapatkan pekerjaan, tetap saja ada beberapa teman seangkatan yang beruntung bisa bekerja. Entah itu membuka bisnis, bekerja lepas, atau pun bekerja di perusahaan. Perbedaan nasib ini kadang menjadi pemicu stres para fresh graduate.

Fresh graduate sebenarnya tak perlu membandingkan kondisi dengan teman-teman lain. Kebiasaan suka membandingkan diri hanya menumbuhkan rasa minder. Hal inilah yang harus dihindari para fresh graduate.

Baca Juga: Bagaimana Cara Jelasin Masa Menganggur kepada HRD dengan Tepat?

Mengembangkan Diri dan Perluas Koneksi

Selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau berusaha. Meski belum kunjung bekerja, bukan berarti hanya berdiam diri. Justru pandemi ini menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan diri dengan berlatih hal-hal baru.

Sekarang banyak sekali kursus online atau webinar yang bisa diikuti, bahkan tak sedikit pula yang gratis. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas koneksi dan pertemanan baru. Semakin banyak hal baru diserap, semakin besar pula peluang mengembangkan diri.

Datangi Psikolog atau Psikiater Jika Memang Butuh

Stres para fresh graduate biasanya dimiliki dalam tingakatan berbeda-beda. Ada yang mampu mengelola rasa stres, tapi ada pula yang tidak mampu. Fresh graduate sangat disarankan mengunjungi psikolog atau psikiater jika tidak mampu menanganinya sendirian.

Hal ini harus dilakukan andai rasa stres yang muncul terlalu berlarut-larut. Dukungan dari orang terdekat, misalnya keluarga, juga sangat membantu. Ingat, tidak semua orang bisa keluar dari masalah kesehatan mentalnya sendiri dan perlu bantuan orang lain.

Semoga stres yang dirasakan para fresh graduate dapat berkurang sedikit demi sedikit. Masa pandemi memang tantangan bagi semua orang. Namun, percaya saja pasti tetap ada jalan untuk bekerja, terlebih banyak hal bisa dilakukan dengan kemudahan teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here