Pandemi Corona: Perhatikan Ini Saat Mengatur Jadwal Kerja

Adanya pandemi Corona memaksa banyak perusahaan melakukan penyesuaian dan perubahan cara kerja. Salah satunya terkait dengan jadwal kerja karyawan. Penetapan jadwal kerja karyawan saat pandemi tentunya berbeda dengan penetapannya di masa normal.

Perusahaan wajib menyesuaikan jadwal kerjanya dengan protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini untuk menghindari adanya kerumunan dan bekerja dalam jarak yang terlalu berdekatan. Apalagi di ruangan yang tertutup.

Khusus DKI Jakarta, pemerintah daerahnya telah menetapkan dua shift kerja bagi perusahaan. Yaitu, pada pukul 07.00 hingga 15.00 (shift I) dan pukul 10.00 hingga pukul 18.00 (shift II). Peraturan daerah semacam ini tentunya wajib diperhatikan oleh perusahaan jika ingin mengatur jadwal kerja karyawannya di saat pandemi.

Membagi Jam Kerja

Bagi perusahaan yang ingin mengatur jadwal kerja karyawannya, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan agar karyawan bisa bekerja dengan aman tapi tetap produktif. Salah satunya, menerapkan ketentuan kerja work from home (WFH).

Bagi perusahaan yang bergerak di industri tertentu, bisa menetapkan aturan WFH untuk sebagian karyawannya. Semisal, 70 persen karyawan WFH dan sisanya tetap work from office (WFO). Cara kerja WFH juga bisa dilakukan secara bergiliran dengan semua karyawan mendapatkan jadwalnya masing-masing. Semisal, dalam satu minggu karyawan A bekerja WFO selama dua hari, sisanya ia melakukan WFH.

Perusahaan juga bisa memprioritaskan ketentuan WFH dan WFO berdasarkan usia. Semisal, untuk karyawan berusia 45 tahun ke bawah tetap melakukan WFO. Sedangkan karyawan yang berusia di atas 45, bisa melakukan WFH.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Jam Kerja Shift, Jam Kerjamu yang Mana?

Jangan Lupakan Ini Saat Menetapkan Jadwal Kerja

Produktivitas dan kinerja hanya akan terjaga jika karyawan bisa bekerja dengan baik. Oleh karenanya, di saat pandemi seperti ini HRD harus memastikan setiap karyawan mematuhi jadwal kerjanya.

Yang terpenting, dalam menetapkan jadwal kerja, HRD hendaknya tidak melupakan protokol kesehatan. Selain mewajibkan penggunaan masker, sebisa mungkin meja kursi diatur sedemikan rupa sehingga jarak antara karyawan yang satu dengan lainnya tetap terjaga. Ruangan kantor juga sebaiknya disemprot desinfektan secara rutin. Demikian pula dengan barang-barang dan perlengkapan kantor yang sekiranya bisa menjadi media penularan virus COVID-19.

Selain itu, dibutuhkan pula kesadaran karyawan untuk melapor pada HRD sebelumnya jika hendak melakukan perubahan kerja. Semisal, dari WFH ke WFO. Selain untuk menjaga koordinasi kerja, hal ini untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19. Karyawan juga harus melapor jika mengalami sakit atau hendak izin untuk keperluan tertentu.

Mengatur jadwal kerja yang baru di masa pandemi wajib dilakukan oleh HRD. Namun dengan memperhatikan beberapa hal di atas, kinerja perusahaan akan tetap terjaga karena karyawan tetap bisa menjalankan fungsinya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here