Tips Bisnis Kuliner: Mengelola Bahan Baku agar Menu Selalu Fresh

Bagi penyuka kuliner, selain citarasa, ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu faktor higienis dan kesegaran makanan. Untuk itu, pemilik bisnis kuliner hendaknya selalu mengelola bahan baku makanannya dengan baik.

Kegiatan mengelola bahan baku mencakup beberapa hal, yaitu pemesanan, penyimpanan dan pengolahannya. Dengan melakukan proses tersebut, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan, di antaranya:

  • Dengan mengelola bahan baku, pemilik bisnis bisa mengontrol biaya produksi dan biaya tenaga kerja;
  • Mengurangi resiko kontaminasi racun atau penyakit;
  • Menjaga kesegaran dan citarasa makanan;
  • Mengurangi kapasitas ruang penyimpanan.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, kualitas makanan yang disajikan menjadi terjamin. Sehingga konsumen selalu ingin datang ke restoran. Bukan hanya karena cita rasanya saja. Lebih dari itu, kesegaran dan kebersihan makanan juga terjaga. Kalau kamu pemilik bisnis kuliner, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk bisa mengelola bahan baku makanan dengan baik.

Memberikan Pemahaman pada Karyawan

Seringkali staf atau karyawan restoran hanya mementingkan cara memasak atau mengolah makanan untuk mendapatkan rasa yang terbaik. Sementara, hal-hal lain sering dilupakan. Sebagai pemilik bisnis, cobalah untuk menanamkan pemahaman kepada staf atau karyawan bahwa pengelolaan bahan baku juga menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis kuliner. Sehingga pengelolaan bahan baku menjadi bagian dari aktivitas pekerjaan dan tidak boleh ditinggalkan.

Pengelolaan Bahan Baku Dimulai dari Menjaga Kebersihan

Kebersihan merupakan hal pertama yang harus diperhatikan. Pasalnya, menampung bahan makanan segar di tempat yang tidak bersih membuatnya menjadi bahan baku yang tidak bersih. Selain wadah penyimpanan, pastikan dapur dan perlengkapan pengolahan makanan juga dalam keadaan bersih.

Selain itu, ada baiknya kamu memberikan label untuk setiap makanan yang disimpan. Label tersebut bisa bertuliskan jenis makanan, jumlah/volume yang disimpan, dan waktu mulai penyimpanan. Kamu juga bisa mencantumkan prakiraan tanggal kadaluarsanya.

Baca Juga: Agar Untung Besar, Ini Tips Berbisnis Kuliner dengan Food Truck

Efektif dan Efisien dalam Mengelola Stok

Kamu bisa membuat daftar item bahan baku di sebuah spreadsheet dengan kolom-kolom berisikan: nama item, satuan, jumlah/volume, harga per satuan, total harga. Dengan adanya daftar item, kamu bisa memperkirakan berapa biaya bahan baku yang dibutuhkan selama periode tertentu. Kamu juga bisa mengetahui item apa yang digunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Selain itu, ada baiknya kamu juga membuat daftar item yang tidak terpakai. Kolomnya bisa berisikan: tanggal, nama item, jumlah/volume, harga per satuan, total harga dan alasan tidak digunakan.

Dengan begini, kamu bisa mengetahui berapa banyak item yang tidak terpakai. Sehingga kamu bisa memikirkan untuk memanfaatkan item yang tidak terpakai tersebut. Biaya bahan baku pun bisa dimanfaatkan dengan efektif.

Mengelola Bahan Baku dengan Reorder Tepat Waktu

Stocking atau kegiatan mengisi stok bahan baku bisa dilakukan secara periodik ataupun non-periodik. Untuk stocking secara periodik, pengecekannya bisa dilakukan per hari, per minggu atau per bulan. Sedangkan stocking secara non-periodik umumnya menggunakan rumus reorder, yaitu: Waktu stocking = (penggunaan item per hari x waktu order) + safety stock.

Safety stock merupakan jumlah item minimal yang harus ada di penyimpanan sebelum melakukan reorder. Semisal, penggunaan daging di sebuah restoran per hari adalah 5 kg. Supplier membutuhkan waktu 2 hari untuk mengantarkan daging ke restoran.

Sedangkan pemilik bisnis menentukan safety stock adalah 10 persen dari kebutuhan daging per hari, atau 0.5 kg. Maka waktu stocking yang tepat adalah (5 x 2) + 0.5 = 10.5. Dengan demikian, jika jumlah daging di penyimpanan sudah mencapai 10.5 kg maka pemilik bisnis sudah harus melakukan reorder.

Khusus untuk pengelolaan bahan baku dengan menggunakan daftar item dan penetapan waktu stocking, kamu juga bisa menggunakan bantuan aplikasi atau software point of sales (POS). Dengan aplikasi tersebut, mengelola bahan baku menjadi lebih mudah. Pasalnya, selain bisa melakukan otomatisasi reorder, kamu juga bisa mengetahui seberapa banyak penjualan yang sudah dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here