Tips Mengelola Keuangan untuk Penghasilan Tidak Tetap

Siapapun orangnya, sebaiknya ia mengelola keuangannya setiap bulannya. Sehingga kebutuhan hidupnya bisa tercukupi tanpa harus berhutang disana-sini. Selain itu, mengelola keuangan juga diperlukan agar bisa menabung dan mencapai tujuan-tujuan keuangan.

Tapi, bagaimana jika kamu punya penghasilan tidak tetap? Apakah kamu juga harus mengelola keuangan? Jawabannya tentu saja “ya”. Malahan, bagi yang berpenghasilan tidak tetap, mengelola keuangan menjadi lebih penting artinya.

Penghasilan tidak tetap bisa didapatkan dari berbagai sumber. Di antaranya, hasil panen, hasil berdagang, passive income, atau hasil investasi.

Bagi kamu yang punya penghasilan tidak tetap, mengelola keuangan memang sedikit lebih rumit. Tapi, hal itu tetap harus dilakukan. Karena dengan meengelola keuangan kamu bisa mengetahui kondisi keuanganmu. Hanya saja, sebelum melakukannya ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal ini.

Menentukan Penghasilan Terkecil yang Didapatkan Setiap Bulan

Kamu mungkin mendapatkan penghasilan sebesar Rp7 juta bulan ini. Tapi, bulan depan penghasilanmu hanya sebesar Rp5 juta. Bagaimana mengatur keuangannya?

Cobalah untuk menentukan jumlah terkecil yang pernah kamu terima setiap bulan. Semisal, setelah bekerja selama enam bulan, jumlah penghasilan tidak tetap terkecil yang diterima adalah Rp3,5 juta. Nah, jadikan jumlah tersebut patokan untuk mengelola keuangan bulananmu. Artinya, jumlah pengeluaran ditambah tabungan tidak boleh lebih dari Rp3,5 juta dalam setiap bulannya.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Sumber Penghasilan Sebelum Memaksimalkannya

Tips Mengelola Keuangan untuk yang Berpenghasilan Tidak tetap

Buatlah budgeting berdasarkan jumlah yang sudah kamu tetapkan di atas. Tentukan berapa jumlah belanja bulanan, tagihan bulanan dan tabungan. Setelah mendapatkan angka-angkanya, patuhi pengeluaran berdasarkan angaka-angka tersebut.

Di bulan yang lain, kamu mungkin mendapatkan penghasilan sebesar Rp5 juta atau Rp7 juta. Padahal angka terkecil yang kamu tetapkan adalah Rp3,5 juta. Bagaimana dengan sisanya?

Dalam hal ini, sisa yang kamu dapatkan bisa ditabung. Sehingga kamu bisa menggunakan sisa itu untuk pengeluaran ekstra yang mungkin kamu lakukan di bulan-bulan berikutnya.

Jangan Lupakan Dana Darurat

Meskipun kamu punya penghasilan tidak tetap, keberadaan dana darurat tidak boleh dilupakan. Usahakan untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat. Jumlahnya, yaitu enam kali penghasilan bulanan (12 kali untuk yang sudah berkeluarga).

Yang terpenting, simpan dana darurat di tabungan yang aman dan jangan gunakan untuk keperluan belanja atau tagihan. Gunakan dana darurat hanya jika benar-benar diperlukan.

Punya Penghasilan Tidak Tetap Tapi Ingin Berinvestasi?

Meskipun punya penghasilan yang tidak tetap, kamu tetap boleh berinvestasi. Asalkan, kamu mengenali kondisi keuanganmu terlebih dahulu. Jika semua kebutuhan, tagihan bulanan, tabungan dan dana darurat bisa terpenuhi, maka kamu bisa berinvestasi.

Ada baiknya kamu juga memperhatikan beberapa hal ini sebelum berinvestasi:

  • Apakah ada biaya investasi yang diperlukan?
  • Apakah ada alternatif dari instrumen investasi yang ditawarkan?
  • Bagaimana likuiditasnya?
  • Apakah investasi dikenai pajak?
  • Apa resiko terburuk jika berinvestasi?

Selain memperhatikan beberapa hal di atas, kamu juga harus banyak belajar mengenai instrumen investasi yang akan dilakukan.

Mengelola keuangan untuk penghasilan tidak tetap memang tidak mudah. Tapi, mau tidak mau kamu harus mengelola keuanganmu. Sehingga kebutuhan bulanan terpenuhi dan semua tujuan keuanganmu bisa tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here