Menghadapi Rekan Kerja Toxic Butuh Kesabaran, Jangan Justru Emosi

Keberadaan rekan kerja toxic menyebabkan suasana kerja menjadi tidak kondusif. Namun, kalau kamu tidak sabar dalam menghadapi rekan kerja yang toxic, kamu akan menjadi semakin tidak nyaman dalam bekerja.

Saat rekan kerja toxic berulah, ada-ada saja yang diperbuatnya. Semisal, tidak menjalankan hasil keputusan meeting, bergosip dan menyebarkan rumor, atau meremehkan rekan kerja lainnya. Namun, apapun yang diperbuatnya, kamu harus mencoba untuk tetap profesional dan menyelesaikan pekerjaan seperti biasanya.

Hal di atas kedengarannya mudah dilakukan. Tapi, pada kenyataannya susah dijalankan. Nah, untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

Mengajak Rekan Kerja Toxic Berbicara

Seberapapun kuatnya kamu menahan diri untuk tidak marah atau tidak terpengaruh, kamu tetap harus mengajak rekan kerja toxic untuk berbicara. Karena, kamu tidak bisa berharap suatu hari kerjamu tiba-tiba berhenti berulah.

Dengan mengajaknya berbicara, kamu menjadi tahu penyebab dari ulahnya. Semisal, penyebab kekecewaan atau kemarahannya. Selain itu, kamu juga bisa memberikan feedback, seperti teguran atau nasehat.

Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Kamu adalah bagian dari tim atau divisi di perusahaan. Oleh karena itu, cobalah untuk tidak terpengaruh atas ulah si rekan kerja toxic. Sebaliknya, kamu harus tetap fokus mengerjakan pekerjaan, karena hasil pekerjaanmu berimbas pada pekerjaan yang dilakukan oleh rekan kerja lainnya.

Apalagi, jika kamu adalah pimpinan di tim atau divisimu. Kamu harus memberikan teladan pada rekan-rekan kerjamu yang lain.

Baca Juga: 5 Kegiatan di Jam Istirahat Kantor yang Ampuh Kembalikan Fokus Kerja

Meminta Bantuan Atasan untuk Menghadapi Rekan Kerja yang Toxic

Di sisi lain, ulah rekan kerja toxic pastinya berpengaruh pula pada hasil pekerjaan rekan kerja lainnya. Oleh karena itu, cobalah untuk meminta pendapat atasanmu mengenai hal ini. Selain atasanmu bisa memberikan feedback, ada hal lain yang juga bisa diberikan atasanmu.

Yaitu, memberikan kebebasan adanya interaksi antara anggota tim, menetapkan perlakuan dan perilaku positif di antara rekan kerja, serta meningkatkan akuntabilitas antar rekan kerja.

Meminta Bantuan HRD

Ulah rekan kerja yang toxic seringkali mengganggu emosi. Kalau emosimu tidak terjaga, keadaan ini bisa berpengaruh pada kondisi fisikmu. Oleh karena itu, kalau kamu kebetulan adalah pimpinan tim atau divisi, tapi masih belum bisa menghadapi rekan kerja yang toxic, cobalah meminta bantuan pihak HRD atau mentor lainnya. Pasalnya, kamu harus tetap menjaga kesehatanmu.

Menghadapi rekan kerja yang toxic memang butuh kesabaran. Namun, kamu akan lebih mudah mengatasinya dengan menerapkan beberapa tips di atas. Sehingga, kamu dan rekan-rekan kerja lainnya bisa tetap nyaman dalam bekerja dan berinteraksi dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here