Yuk Berdamai dengan Diri Sendiri agar Tak Depresi Mencari Kerja

Mencari pekerjaan saat ini memang bukan perkara mudah. Apalagi pandemi COVID-19 membuat banyak bisnis gulung tikar sehingga kesempatan kerja pun makin menipis. Kondisi tersebut rentan menyebabkan depresi mencari kerja.

Apakah saat ini kamu sedang dalam tahap mencari kerja?

Semoga kamu tetap semangat agar terhindar dari depresi mencari kerja. Mari kenali gangguan tersebut lebih dekat supaya kamu bisa melakukan langkah antisipasi!

Apa yang Dimaksud dengan Depresi Mencari Kerja?

Depresi mencari kerja adalah kondisi depresi yang dialami oleh para pencari kerja ketika tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Risiko depresi ini tak hanya rentan terjadi pada fresh graduate, tetapi juga pada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau karyawan yang resign karena keputusan pribadi.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa seseorang berisiko mengalami depresi setelah dua hingga tiga bulan tidak memperoleh pekerjaan baru. Kondisi psikis yang kurang stabil juga turut memperparah depresi yang dialami seseorang.

Baca Juga: Unemployment Trap: Saat Pengangguran Sudah Nyaman Menganggur

Mari Mencermati Gejala-gejalanya

Kondisi depresi mencari kerja yang dialami seseorang biasanya ditandai dengan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Mulai merasa putus asa saat mencari kerja bahkan cenderung tidak ingin melakukannya lagi.
  • Lebih suka menyendiri dan menutup diri dari pergaulan.
  • Emosi tidak stabil sehingga gampang marah, tersinggung, atau sedih.
  • Sulit fokus dan mudah melupakan hal-hal penting.
  • Kurang memedulikan penampilan.
  • Menjauhi orang-orang terdekat, yaitu keluarga dan sahabat. Terutama bila orang-orang terdekat selalu menuntutmu untuk segera mendapatkan pekerjaan.

Bagaimana Cara Efektif Mengatasinya?

Risiko depresi mencari kerja sebenarnya bisa diminimalkan jika kamu melakukan beberapa hal ini:

  • Melakukan manajemen waktu yang ketat. Misalnya, meluangkan dua jam untuk mencari pekerjaan, satu jam untuk hobi, dan dua jam untuk bersosialisasi setiap hari. Dengan demikian, kamu akan tetap merasa sibuk dan produktif sehingga tak mudah depresi.
  • Menjauh dari orang-orang terdekat yang menganggap remeh dirimu saat kamu tidak punya pekerjaan. Hal ini penting untuk dilakukan karena lingkungan toxic malah bisa membuat kamu merasa tidak berguna.
  • Menambah kemampuan pribadi dengan mengikuti kursus, workshop, webinar, atau hal-hal lainnya yang bermanfaat.
  • Mencoba hal-hal yang terbilang baru, misalnya menjadi relawan, merintis bisnis kecil-kecilan, atau bekerja part time untuk mengisi waktu luang.

Kesimpulannya, jangan sampai depresi mencari kerja mengurangi produktivitas dan kebahagiaanmu. Kamu berhak bahagia dan merasa nyaman saat sedang melalui proses mencari kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here