Brand Refresh: Kapan Saat yang Tepat Mengubah Logo Produk?

Brand atau merek merupakan hal yang penting bagi pemilik bisnis. Lewat keberadaan brand, produk yang dijual akan lebih mudah dikenali. Brand juga menyampaikan keinginan dan tujuan dari adanya produk di pasaran.

Tapi, ada kalanya pemilik bisnis harus melakukan brand refresh untuk menarik perhatian pembeli. Apa sih yang dimaksud dengan brand refresh? Selain itu, apa bedanya brand refresh dan rebranding?

Brand refresh yaitu melakukan perubahan pada pencitraan visual. Umumnya perubahan dilakukan pada desain dan warna logo, karakter tulisan, slogan ataupun tagline. Semuanya dilakukan tanpa mengubah kepribadian atau identitas produk.

Sedangkan rebranding, adalah melakukan perubahan pada hal yang lebih mendasar. Yaitu, mengubah kepribadian dan posisi produk atau jasa yang ditawarkan.

Sebagai pemilik bisnis, kamu harus tahu kapan melakukan brand refresh dan rebranding. Khusus brand refresh, ada beberapa alasan untuk melakukannya.

Brand Refreshing untuk Menarik Perhatian Pembeli

Saat ini mungkin produk yang kamu jual sudah memiliki merek. Tapi, angka penjualan yang diinginkan belum juga tercapai. Bahkan angka penjualan mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pembeli pada produk. Untuk itu kamu harus kembali menarik perhatian pembeli dengan melakukan perubahan pada brand.

Selain itu, semakin padat persaingan, usahamu untuk menarik perhatian pembeli harus lebih maksimal. Karena, semakin padat persaingan, produk akan semakin sulit dikenali. Di saat-saat seperti ini kamu juga bisa melakukan brand refreshing.

Baca Juga: Pentingnya Branding untuk Startup, Nggak Cuma buat Gaya-Gayaan!

Memikat Pembeli Baru

Alasan ini seringkali digunakan oleh pemilik bisnis yang baru. Semisal, saat pertama kali meluncurkan produk fesyen, seorang pemilik bisnis meluncurkan busana resmi pria.

Namun, setelah berjalan beberapa lama, ia ingin menambah jenis busana yang dijualnya. Semisal, busana olahraga. Dalam hal ini, sang pemilik bisnis bisa melakukan perubahan pada merek yang dimilikinya.

Brand Refresh Saat Merek Sudah Ketinggalan Jaman

Selera pasar selalu mengalami perubahan. Apalagi jika produk yang kamu jual sudah lama ada di pasaran. Pada saat seperti ini kamu bisa melakukan perubahan pada brand. Sehingga tampilannya menjadi lebih kekinian dan tidak ketinggalan jaman.

Tapi ingat, kamu tetap bisa melakukan perubahan tersebut tanpa harus merubah manfaat dari produk, product story dan product value-nya.

Bisnis Mulai Berkembang

Mengubah merek juga bisa dilakukan jika bisnis yang kamu miliki berkembang. Semisal, kamu bermaksud menambah cabang atau memperluas area penjualan.

Tapi, pesan visual dari logo yang ada sekarang sulit untuk dimengerti oleh pembeli di area yang baru. Untuk itu, kamu bisa melakukan brand refreshing. Sehingga produkmu disambut dengan baik oleh pembeli di area yang baru.

Di sisi lain, seiring dengan perkembangan bisnis, pemilik bisnis juga harus menjaga konsistensi merek. Salah satu caranya, yaitu dengan melakukan brand refreshing.

Mengubah pencitraan visual pada merek terkadang harus dilakukan. Sehingga pembeli tetap loyal pada produk yang ditawarkan. Selain tentunya untuk meningkatkan angka penjualan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here