Rekruter yang Produktif Selalu Melakukan 5 Kebiasaan Ini

Dalam mencari kandidat karyawan yang potensial, tim Human Resource Department (HRD) atau rekruter bukan hanya dituntut untuk bisa mendapatkan kandidat potensial yang dibutuhkan perusahaan. Lebih dari itu, rekruter juga harus bisa meminimalkan kesalahan.

Proses rekrutmen bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dimulai dari permintaan karyawan oleh pihak internal perusahaan hingga masa orientasi karyawan baru. Rekruter harus bisa memastikan proses tersebut berjalan dengan efektif dan efisien. Agar, proses rekrutmen tidak menghabiskan terlalu banyak waktu dan biaya.

Untuk itu, rekruter dituntut agar bisa produktif. Jika kamu ingin melakukan proses rekrutmen untuk perusahaan, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar kamu bisa bekerja dengan produktif.

Membuat Check-list Seleksi Kandidat Karyawan

Proses rekrutmen merupakan proses yang membutuhkan persiapan, fokus dan perhatian. Rekruter yang produktif selalu membuat check-list agar proses rekrutmen bisa berjalan dengan baik. Beberapa kegiatan yang bisa dicantumkan dalam sebuah check-list:

  • Mendapatkan persetujuan perusahaan untuk melakukan perekrutan.
  • Membuat atau merancang job description untuk posisi pekerjaan yang ditawarkan.
  • Membuat dan mengedarkan info lowongan pekerjaan di media dan kanal media sosial.
  • Melakukan seleksi surat lamaran yang masuk.
  • Membuat jadwal orientasi karyawan baru.

Dengan memiliki check-list, rekruter bisa lebih fokus dalam bekerja. Selain itu, ia juga bisa bekerja dengan terorganisir.

Melakukan Otomatisasi

Seorang rekruter seringkali menghabiskan waktunya untuk tugas-tugas atau kegiatan administratif. Jika berhubungan dengan data kandidat karyawan, tugas/pekerjaan seperti ini bisa memakan waktu yang cukup lama.

Namun, rekruter yang produktif bisa melakukan otomatisasi dengan menggunakan teknologi. Salah satunya, dengan penggunaan applicant tracking system atau ATS.

Beberapa hal yang bisa diselesaikan dengan menggunakan ATS adalah:

  • Mengumpulkan dan mengolah database kandidat karyawan.
  • Mengakses profil kandidat karyawan dengan cepat dan mudah.
  • Melakukan seleksi CV/resume.
  • Mengunggah informasi lowongan kerja.

Baca Juga: Applicant Tracking System: Kalau Bisa Dipermudah, Kenapa Dipersulit?

Rekruter yang Produktif Selalu Meng-upgrade Database Kandidat Karyawan

Rekruter yang baik selalu memahami bahwa perusahaan memiliki kebutuhan karyawan yang berbeda setiap waktunya. Karenanya, rekruter harus selalu mengolah dan memperbaharui database karyawannya agar bisa memenuhi kebutuhan perusahaan dengan tepat. Semisal, dengan mengkategorikan kandidat berdasarkan usia atau kemampuan khusus yang dimiliki.

Selain dengan penggunaan ATS, rekruter juga bisa mengumpulkan kandidat potensial dengan beberapa cara lain. Semisal, membuat komunitas di LinkedIn atau Facebook, atau menerima referensi dari karyawan yang sudah bekerja.

Semakin besar database yang dimiliki, semakin mudah perusahaan mendapatkan kandidat karyawan potensialnya.

Menyediakan Waktu Khusus untuk Membaca Email

Selain pekerjaan yang sifatnya administratif, mengecek, membaca dan membalas email juga merupakan salah satu pekerjaan rekruter yang memakan waktu.

Agar bisa efisien, seorang rekruter hendaknya menyediakan waktu khusus untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Semisal, dengan membaca dan membalas email selama satu jam dan melakukannya sebanyak dua kali dalam sehari. Jika batas waktu pengecekan habis, segera lakukan tugas atau pekerjaan lain.

Selain menyediakan waktu khusus untuk membaca dan membalas email, ada baiknya rekruter juga membuat template email. Sehingga rekruter tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membalas email satu-persatu dengan isi pesan yang sama. Namun, jangan lupa untuk memodifikasi template karena isi pesan dan penerima email bisa berbeda.

Rekruter juga bisa melakukan scheduling sehingga email bisa terkirim secara otomatis di waktu yang tepat. Hal ini untuk menghindari lupa mengirim atau membalas email.

Selain email, rekruter juga kerap menerima pesan atau notifikasi dari LinkedIn atau platform informasi kerja lainnya.

Menghindari Multitasking

Rekruter yang produktif selalu menghindari multitasking. Ia menyelesaikan pekerjaannya secara satu-persatu. Untuk menghindari multitasking ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya, menghindari distraksi gadget atau rekan kerja, menggunakan penjadwalan kerja secara otomatis, serta menggunakan aplikasi atau software agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah.

Dengan melakukan beberapa hal di atas, rekruter bisa mengurangi beban kerja dan kesalahan saat melakukan proses rekrutmen. Sehingga pekerjaannya berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuannya. Yaitu, mendapatkan kandidat potensial yang dibutuhkan oleh perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here