Tips Merespon Offering Letter kepada Rekruter lewat Email

Merespon sebuah offering letter dari rekruter lewat email harus dilakukan dengan baik dan tepat. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak proses rekrutmen karyawan dilakukan secara daring. Tidak jarang kamu juga bisa saja mendapat offering letter dari perusahaan yang tertarik padamu.

Offering letter pada dasarnya bukanlah surat kontrak, melainkan semacam gambaran dari isi kontrak kerja nantinya. Meski sifatnya tidaklah terlalu resmi, kamu harus tetap merespon offering letter dengan sebaik mungkin. Berikut beberapa tahapannya.

Ucapkan Terima Kasih

Dalam merespon offering letter, ingatlah untuk mengucapkan terima kasih terlebih dahulu. Berikan ungkapkan rasa tersebut sebagai wujud menyambut niat baik dari rekruter. Bagian ini bisa kamu letakkan di bagian awal balasan email.

Bila perlu, tuliskan sedikit alasan mengapa kamu cukup antusias menerima offering letter tersebut. Misalnya, kamu tertarik menimba ilmu dan pengalaman di perusahaan tersebut. Respon awal yang baik tentunya dapat lebih menarik hati rekruter.

Berikan Jawaban

Ingatlah untuk tidak terlalu bertele-tele dalam merespon offering letter. Prinsip dalam surat ini sebenarnya lebih singkat, padat, dan jelas. Tentu saja isi dari offering letter ini pun tidak akan sepanjang atau pun serinci surat kontrak kerja.

Andai kamu sudah sepakat dengan gambaran kerja yang ditawarkan, lekaslah beri jawaban secara langsung. Contohnya: “Saya senang menerima posisi yang ditawarkan sebagai ….”. Jawaban langsung seperti ini bisa menjadi gerbang pembuka menuju kesepakatan kontrak kerja.

Baca Juga: Hal-Hal yang Wajib Kamu Teliti dalam Mencermati Kontrak Kerja

Beri Respon pada Syarat dan Ketentuan

Namun, jangan pula buru-buru memberikan jawaban lugas tanpa membaca syarat dan ketentuan yang diberikan rekruter. Pahami lagi isi dari offering letter dan berikan respon pada tiap-tiap poin yang diberikan. Mulai dari posisi, tanggung jawab, gaji, tunjangan, hingga tanggal bekerja.

Ingat, syarat dan ketentuan pada offering letter sifatnya belumlah mengikat secara hukum. Jadi, pastikan kamu sudah benar-benar memahami penawaran rekruter sebelum yakin ingin lanjut ke kesepakatan kerja.

Sisipkan Negosiasi Jika Diperlukan

Jika kamu menemukan beberapa poin yang butuh dibahas kembali, jangan lupa ajukan negosiasi saat merespon offering letter. Beri usulan beberapa bagian yang kamu rasa kurang pas. Lalu, ajukan permintaan negosiasi ke rekruter.

Hal ini penting kamu tulis agar rekruter tahu bahwa belum ada kesepakatan final antara kamu dan perusahaan. Misalnya, kamu bisa ajukan negosiasi untuk tanggal mulai bekerja agar sesuai dengan kesiapanmu. Dengan begitu, nantinya isi dari surat kontrak kerja pun akan menyesuaikan.

Bersungguh-sungguh dalam merespon offering letter sangat membantu memudahkan proses kesepakatan kerja. Jadi, sebisa mungkin jangan meremehkan penawaran dari rekruter ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here