Low Hanging Fruit Method: Cara Efektif Meraih Kesuksesan Bisnis dari Nol

Persaingan bisnis semakin ketat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, terutama ketika pandemi COVID-19 menyebabkan kemunculan gejala resesi ekonomi. Itulah sebabnya, banyak bisnis yang bangkrut dan harus gulung tikar. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meraih kesuksesan bisnis dari nol adalah low hanging fruit method.

Istilah low hanging fruit method memang merupakan analogi memetik buah di pohon. Saat kamu akan memetik buah di pohon, tentu saja kamu akan mengincar buah yang posisinya lebih rendah terlebih dahulu agar lebih mudah diambil. Prinsip sederhana itulah yang bisa diterapkan dalam bisnis dengan upaya-upaya konkret seperti:

Menjangkau Target Bisnis yang Lebih Rendah

Pangsa pasar berupa masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah memang masih mendominasi tanah air. Jika kamu ingin menerapkan low hanging fruit method demi meraih kesuksesan bisnis, sebaiknya kamu membidik target bisnis tersebut. Berusahalah untuk menghadirkan produk atau jasa dengan kriteria sebagai berikut:

  • Harganya terjangkau sehingga tidak membebani konsumen.
  • Berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
  • Proses pemesanannya sangat mudah dan masih bisa dilakukan secara konvensional.
  • Produk atau jasa dibanderol dengan penawaran menarik, misalnya diskon atau gratis ongkir.

Jika bisnis kamu dapat memenuhi beberapa kriteria tersebut, niscaya pelanggan akan loyal dan senantiasa melakukan repeat order.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Ketakutan Customer yang Kerap Berujung Gagal Membeli

Memanfaatkan Media Sosial Secara Maksimal

Low hanging fruit method kini juga bisa diimplementasikan melalui pemanfaatan media sosial. Kini, media sosial bisa menjangkau semua kalangan pelanggan sehingga proses pemasaran bisnis jadi lebih praktis.

Buatlah konten yang informatif untuk menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan pengguna media sosial. Cara ini tentu lebih mudah dibandingkan dengan menjangkau target pasar berupa masyarakat kalangan ekonomi atas yang jarang menggunakan media sosial.

Jangan lupa pula memilih media sosial yang tepat sesuai dengan karakteristik pelanggan. Misalnya, kamu mesti menggunakan Instagram dan Twitter untuk menarik perhatian calon pelanggan dari kalangan generasi milenial dan generasi Z. Sedangkan Facebook lebih cocok dimanfaatkan untuk menarik perhatian calon pelanggan dari generasi X dan baby boomer.

Menggunakan Online Marketplace Semaksimal Mungkin

Kini, prinsip low hanging fruit method juga bisa dilakukan dengan menggunakan online marketplace semaksimal mungkin. Karena masyarakat cenderung beralih menggunakan online marketplace untuk belanja, termasuk membeli produk kebutuhan sehari-hari.

Penggunaan marketplace online akan memperluas pemasaran produk. Biasanya marketplace online juga punya promo menarik berupa potongan harga, cashback, atau program gratis ongkos kirim (ongkir) yang efektif menggugah masyarakat untuk berbelanja online.

Implementasi low hanging fruit method merupakan strategi bisnis yang tak sulit diterapkan jika kamu sudah menguasai tekniknya. Prinsip ini akan membantu kamu meraih kesuksesan bisnis, terutamadi tengah kesulitan ekonomi, pandemi, dan situasi mendesak lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here