Merekrut Karyawan Freelance Nggak Boleh Sembarangan, Ini Tipsnya!

Merekrut karyawan freelance belakangan ini sering dilakukan beberapa perusahaan, terutama startup yang baru berdiri. Kebijakan memperkerjakan freelancer memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah bisa mendapatkan tenaga kerja dengan harga lebih murah.

Namun, bagaimana ya cara HRD merekrut karyawan freelancer berkualitas? Biar hanya bekerja lepas, HRD harus tetap jeli mendapatkan freelancer yang mumpuni. Begini tipsnya!

Merekrut Karyawan Freelance Dapat Melalui Platform Freelancer Terpercaya

Sekarang banyak platform yang menyediakan ribuan freelancer dengan segala bidang, mulai dari input data, penulisan, hingga desain. Beberapa startup baru biasanya mencoba mencari kandidat pekerja lepas terbaik dari platform tersebut.

HRD dapat mencari tenaga yang dibutuhkan perusahaan lewat platform tersebut. Selain melalui platform freelancer, HRD biasanya juga memasang lowongan di situs pencari kerja. Pastikan memasang lowongan di tempat terpercaya agar bisa mendapat kandidat yang baik pula.

Ada Pula HRD yang Merekrut Karyawan Freelance dengan Memanfaatkan Koneksi

Selain mencari via platform freelancer, cara paling aman selanjutnya adalah memanfaatkan koneksi. Koneksi dengan klien dapat mempertemukan HRD dengan freelancer yang bukan hanya berkualitas, tetapi juga terpercaya. Kebanyakan perusahaan pun lebih suka memakai cara ini.

Rekomendasi dari koneksi yang sudah dikenal biasanya lebih menguntungkan perusahaan. Apalagi jika sedang butuh tenaga lepas yang urgent. Freelancer sendiri memang lebih banyak mendapatkan proyek pekerjaan baru dari rekomendasi klien-klien lama.

Baca Juga: Anti Ribet, Tips Mengelola Karyawan Remote agar Efisiensi Meningkat

HRD Harus Pastikan Portfolio Freelancer Benar-Benar Baik

Meski hanya berstatus pekerja lepas, HRD tetap wajib memastikan kualitas dari calon freelancer yang akan direkrut. Merekrut karyawan freelance jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung. Jadi, cek portfolio freelancer dengan sungguh-sungguh untuk bisa menilai kualitasnya.

HRD bisa mendalami track record seorang freelancer dari portfolio yang dia buat. Jangan hanya tergiur oleh tampilan portfolio yang menarik ya. Pastikan isi dari portfolio tersebut benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

Jangan Lupa Lakukan Riset Upah untuk Freelancer

Sebelum merekrut karyawan freelancer, HRD harus melakukan riset mengenai upah atau gaji freelancer. Perhatikan pula durasi kerja yang hendak ditawarkan, apakah proyek besar jangka pendek atau proyek kecil jangka panjang. Upah freelancer bulanan tentu akan berbeda daripada freelancer yang mengerjakan proyek dengan rentang waktu tertentu.

Setiap freelancer biasanya memiliki patokan harga tersendiri. Butuh ketrampilan negosiasi yang baik untuk bisa mendapatkan freelancer berkualitas. Ingat, pekerja lepas pun tetap harus dihargai layak jika benar-benar memiliki kemampuan dan track record baik ya.

Semoga tips ini berguna saat kamu hendak merekrut karyawan freelance di perusahaanmu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here