Khawatir Melakukan Perawatan Kulit saat Hamil? Ketahui Dulu Bahan dalam Kosmetik Anda

Khawatir Melakukan Perawatan Kulit Saat Hamil? Ketahui Dulu Bahan Dalam Kosmetik Berikut
Sumber: Skinexpert

Kehamilan adalah momen yang cukup menyenangkan, sekaligus menegangkan bagi wanita. Ia juga tetap ingin cantik biarpun sedang berbadan dua. Perawatan kulit saat hamil pun tetap dilakukan. Yang menjadi masalah adalah sebagian besar wanita hamil merasa khawatir tentang keamanan dalam pemakaian bahan-bahan produk kosmetik yang dipakai, seperti lipstik, bedak, foundation, eye-shadow, serum, dan masih banyak lagi. Untuk tahu lebih lanjut, Anda bisa simak rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologists mengenai bahan-bahan yang umum digunakan dalam produk kosmetik.

Bahan Kosmetik yang Perlu Diketahui Wanita ketika Melakukan Perawatan Kulit saat Hamil

Berikut ini adalah beberapa jenis bahan yang sering diformulasikan dalam produk perawatan kulit saat hamil. Beberapa bahan mungkin masih belum terbukti secara sains, namun Anda dapat mempertimbangkannya.

  1. Benzoil peroksida. Ini adalah bahan yang sangat baik untuk mengendalikan jerawat dan dianggap aman pada konsentrasi rendah, yaitu 5 persen atau lebih rendah ketika Anda sedang hamil.
  2. Asam salisilat (BHA). Produk perawatan kulit saat hamil yang juga perlu Anda perhatikan adalah asam salisilat. Ini adalah bahan eksofolian super untuk kulit dan dengan persentasi kecil, yaitu sekitar 2 persen atau lebih kecil tetap aman digunakan saat hamil. Anda juga dapat mempertimbangkan memakai asam glikolat atau eksfolian asam laktat (AHA) saat hamil. Jenis AHA lebih sering digunakan pada peeling dengan area tubuh lebih besar dibandingkan BHA.
  3. Sunscreen active. Ini adalah bahan yang diketahui tidak berisiko untuk dipakai saat hamil. The American College of Obstetricians and Gynecologists tidak menemukan ketakutan apapun tentang bahan tabir surya yang didukung oleh penelitian medis atau pada hewan. Bahkan, penggunaan tabir surya tiap hari sangat direkomendasikan dokter kulit. Namun bila Anda mendapati kulit semakin sensitif saat hamil, pertimbangkan untuk memakai tabir surya hanya dengan mineral aktif seperti titanium dioksida dan atau zinc oksida yang tidak menimbulkan iritasi.
  4. Hidroquinon. Bahan ini memang belum pernah diuji pada hewan atau manusia selama hamil. Namun bila ingin aman, perawatan kulit saat hamil atau saat menyusui sebaiknya menghindari bahan ini. Alih-alih, carilah produk pencerah kulit yang mengandung niaciamida dan berbagai bentuk vitamin C lain.
  5. Azelaic acid. Ini adalah bahan yang umum dipakai pada kosmetik via resep topikal namun aman digunakan saat hamil. Bahan ini juga menunjukan peningkatkan perubahan warna kulit coklat, plus bisa membantu mengatasi jerawat dan gejala rosacea yang nampak.
  6. Produk penuaan dini dengan vitamin C, niacinamida, hyaluronic acid dan peptides. Perawatan kulit saat hamil dengan bahan tersebut secara umum dianggap aman biarpun masih belum ada riset yang dapat membuktikan akan menjadi masalah bila digunakan secara topikal. Tetapi bila Anda merasa tidak yakin untuk memakai produk anti-penuaan dini yang baru atau bahan yang dikombinasi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan ikuti nasihatnya.
  7. Hindari retinoid yang diresepkan. Ini termasuk renova, retin-A, differin, tazorac, dan generic tretionin, serta produk bebas resep dengan retinol karena hubungannya dengan resep retinoid. Pertimbangkan untuk beralih ke serum anti-penuaan dini yang tidak mengandung retinol atau turunannya (retinyl retinoate, retinaldehyde, atau hydroxypinacolone retinoate).
  8. Resep untuk masalah kulit lain. Dokter dapat menyarankan Anda tentang obat topikal yang cocok digunakan untuk perawatan kulit saat hamil dan bagaimana harus digunakan. Mendapatkan resep dari dokter langsung dianggap lebih aman karena ia tahu kondisi kesehatan dan kehamilan Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here